alexametrics

Napak Tilas Sejarah Kali Progo dengan Lukisan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Pemandangan berbeda tampak di areal Taman Kali Progo Minggu (20/2). Sejumlah seniman lukis asli Kabupaten Temanggung yang tergabung dalam Cah Temanggung Creative (Catec) melukis on the spot di lokasi.

Tak sekadar menggambar di atas kanvas saja, kegiatan ini juga bentuk napak tilas sejarah Kali Progo pada zaman penjajahan Belanda dan mendukung upaya konservasi Sungai Progo agar tetap lestari.

Ketua Sanggar Catec Witarso Saptono mengatakan, pihaknya memilih Progo sebagai tempat on the spot, karena tempat ini adalah simbol sejarah perjuangan para pahlawan dalam melawan penjajah. Banyak ikon di tempat ini, seperti jembatan, sungai, Tugu Bambu Runcing, Makam Pahlawan Bambang Soegeng, hingga terdapat sebuah pesan yang tersirat. “Makanya kita ambil tema Crito Progo sebagai tema,” ungkapnya.

Baca juga:  Dua Tahun Vakum, Lapak PKK Digelar Lagi

Ada sekitar 30 seniman lukis yang ambil bagian dalam Nglukis Bareng Crito Progo, yang berasal dari Kabupaten Temanggung dan sekitar. Kegiatan ini, digelar sebagai wadah aplikasi dari ekspresi para seniman lukis yang sudah cukup lama terhenti akibat dampak dari datangnya pandemi Covid-19. Ini juga sebagai ganti dari acara pameran hasil karya lukis yang sebelumnya rutin digelar.

Faisal, salah seorang anggota Catec mengaku, melukis dengan tajuk OTS memiliki tantangan, sekaligus sensasi tersendiri. Tak hanya berkejaran dengan batas waktu, ia juga harus cepat dalam menangkap objek riil tertentu sebelum ditumpahkan dalam selembar kanvas.

Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo berharap, ke depan semakin banyak bermunculan talenta seniman lukis muda yang akhirnya dapat membantu memajukan nama Kabupaten Temanggung melalui karya-karya mereka. “Ini adalah momentum kebangkitan para seniman yang telah lama tertidur akibat pandemi,” jelasnya. (nan/ton)

Baca juga:  Hingga April Sudah Terjadi 106 Longsor

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya