alexametrics

Berwisata Sekaligus Belajar Berkebun Bareng Petani

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Kabupaten Temanggung kini memiliki tempat wisata baru berkonsep edukasi, yakni Pengilon Edupark yang berada di Desa Pengilon, Kecamatan Bulu. Peresmiannya dilakukan Sabtu (19/2) lalu.

Tempat wisata dengan luas lahan 5,8 hektare ini menawarkan keindahan pemandangan alam dari 9 gunung yang mengelilinginya. Hal ini juga didukung dengan spot foto yang menarik, homestay, sentra kuliner, outbond, camping ground, climbing. Ke depan akan dibuat kolam renang anak-anak dan jembatan gantung yang menghubungkan dengan desa tetangga. Tak hanya itu, dengan mengusung konsep edukasi, para wisatawan juga bisa belajar berkebun dan bertani secara langsung bersama petani dari desa setempat.

Direktur Pengilon Edupark Nazarudin mengatakan, pengelolaan wisata ini dengan memberdayakan masyarakat Desa Pengilon. Mereka dilibatkan dalam pengelolaannya. Baik sebagai karyawan, rekanan petani, maupun berjualan di sekitar lokasi wisata.

Baca juga:  131 Pejabat Pemkab Temanggung Dilantik

Sehingga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian desa dan juga mensejahterakan masyarakat. “Saya memilih mendirikan tempat wisata di sini (Pengilon) karena memang saya melihat ada potensi,” katanya.

Ia optimistis Pengilon Edupark akan segera menjadi primadona wisata baru di Temanggung yang bukan hanya memancing wisatawan lokal belaka, tetapi juga wisatawan dari luar daerah.

Sementara Kepala Desa Pengilon Fadli Putro Budi mengatakan, dengan adanya wisata di desanya ini diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dan mengangkat nama baik desa sehingga bisa lebih dikenal.

Ia mengatakan, keterlibatan warga dalam pengelolaan Pengilon Edupark ini adalah sebagai pegawai atau karyawan, juru parkir dan berjualan di kios-kios yang akan didirikan.

Baca juga:  Warga Desa Tlogopucang Ramai-Ramai Bawa 1.500 Tenong Tumpeng dan Ingkung

“Kami juga telah menyediakan lahan seluas satu hektare di samping Pengilon Edupark ini yang rencananya akan dibuat sentra kuliner. Pengelolaannya nanti di bawah Bumdes. Kios-kios nanti akan didirikan dan sudah saya bagi-bagi jatahnya kepada warga, saat ini baru 28 warga,” terangnya. (nan/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya