alexametrics

Longsor di Pringsurat Tutup Akses ke Sumowono

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Guyuran hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan longsor di dua titik yang berdekatan, yakni di Dusun Pringapus dan Dusun Ngepoh, Desa Klepu, Kecamatan Pringsurat, Senin (14/2) sore. Lokasi longsor di dua titik tersebut hanya berjarak 300 meter dan dipisahkan oleh sebuah jembatan.

Longsor di lokasi pertama (Dusun Pringapus) terjadi sekitar pukul 14.00, tebing setingi 30 meter yang merupakan lahan perkebunan kopi milik Sumani tersebut longsor dan menutupi badan jalan. Selang tiga jam, tebing dengan ketinggian 10 meter longsor di lokasi kedua (Dusun Ngepoh) pukul 17.00.

Material longsor yang berupa tanah, bebatuan dan lumpur menutupi badan jalan dengan tebal hampir tiga meter. Akibatnya, jalur alternatif menuju Sumowono, Kabupaten Semarang dari Desa Pagergunung, Pringsurat menjadi terputus. Selain itu, dua bangunan kandang ayam milik warga juga terancam karena berada tepat di bibir longsor.

Baca juga:  Pembunuhan Ibu dan Anak Telah Direncanakan, Tersangka Peragakan 27 Adegan

Tim dari BPBD dan Dinas PU Temanggung pun harus mengerahkan dua alat berat untuk membersihkan material longsor dibantu warga dan relawan. Diduga, longsor terjadi karena tanah tidak kuat menampung derasnya air hujan dan sistem drainase yang kurang memadai.

Kepala Pelaksana BPBD Temanggung Toifur Hadi saat meninjau di lokasi Selasa (15/2) pagi menyebut, total luasan longsor mencapi 75 meter kubik. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, upaya saat ini kita coba buka akses jalan dulu. Kami usakahan pembersihan area bisa clear hari ini,” katanya.

Toifur mengimbau masyarakat untuk mewaspadai longsor susulan yang mungkin saja bisa terjadi, mengingat topografi di wilayah setempat penuh dengan tebing-tebing dan tingginya cuarah hujan di wilayah Temanggung. Sampai saat berita ini ditulis, petugas gabungan masih berupaya memebersihkan material longsor untuk membuka akses jalan.

Baca juga:  Terdampak Longsor, Tembok Rumah Warga Kalilangse Ambrol

Longsor juga menyebabkan tiga tiang listrik ambruk dan listrik di kawasan ini padam sejak Senin (14/2) sore. Hal ini pun juga dikeluhkan beberapa warga. “Air dan listrik mati sejak jam 3 sore kemarin, jadi beberapa warga terpaksa nimba air ke sumur. Mudah-mudahan listrik cepat hidup lagi biar nggak kesusahan cari air,” ujar Surmiyati, warga setempat. (nan/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya