alexametrics

Ada Kos-Kosan Sapi di Temanggung, Sebulan Rp 1,6 Juta

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Sebuah papan iklan bertuliskan ‘Terima Kos Khusus Sapi, Rp 1,6 Juta Perbulan Fasilitas Lengkap’ terpampang di depan rumah milik Anis Fatoni, warga Desa Kindusari, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung. Membacanya saja, tentu membuat kita paham bahwa kos-kosan ini berbeda dari kos biasanya.

Jangan dibayangkan kamar kos yang wangi dengan springbed, kamar mandi dan wifi seperti yang selama ini hadir di benak kita. Ini bukan kos-kosan untuk mahasiswa atau pekerja yang jauh dari rumah, tapi khusus sapi bagi pemilik yang tidak memiliki tempat dan waktu untuk merawat.

“Kebanyakan orang itu pengen beternak sapi, tapi yang membuat mental itu jadi lemah karena tidak menyediakan kandang, pakan dan sebagainya. Jadi saya mencari peluang yang kiranya bagus dan dan orang-orang juga tertarik di situ. Makanya saya buatlah kos-kosan sapi seperti ini,” begitu kata Anis saat ditemui di kos-kosan sapi miliknya belum lama ini.

Baca juga:  ASN Semarang Dilarang Cuti Akhir Tahun

Saat ini, kos-kosan milik Anis sudah terisi oleh 8 ekor sapi. Masing-masing sapi tersebut, kata Anis, sudah diberi nama oleh masing-masing pemiliknya untuk membedakan dengan sapi lainnya.

Kedelapan sapi tersebut bernama Kumkum, Arjuna, Bintang, Alvaro, Batman, Bima, Tesla, dan Badri. Sapi-sapi ini milik orang-orang dari sejumlah daerah seperti Jakarta, Surabaya bahkan keluarga Belanda.

Seluruh sapi tersebut mendapat perawatan khusus. Mulai pemberian makan, kebersihan hingga menjaga kesehatannya. Setiap hari pun sang pemilik sapi menerima laporan timbangan berat sapi-sapi mereka yang dirawat di kos-kosan.

Sejak dikelola sekitar satu tahun lalu, Anis menyebut ada 25 ekor sapi yang telah menempati kos-kosan miliknya. Selain sebagai perawatan dan penggemukan sapi, kos-kosan sapi juga digunakan warga sekitar untuk belajar memelihara sapi.

Baca juga:  Tiga Puluh Desa di Temanggung Lokus Stunting

Dalam satu bulan, biaya operasional untuk merawat sapi ternak menghabiskan sekitar 1,6 juta untuk sewa tempat, perawatan dan makanan. Untuk memromosikan kos-kosan miliknya ini, Anis mengaku hanya memanfaatkan sarana media sosial dan cerita-cerita yang menyebar dari banyak orang. (nan/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya