alexametrics

Dianggap Terlalu Arogan, Kades Congkrang Dilengserkan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Puluhan warga Desa Congkrang, Kecamatan Bejen menggeruduk kantor desa setempat Minggu (6/2) siang. Mereka menuntut Kepala Desa Congkrang Sugeng Jumadi mundur dari jabatannya lantaran dirasa terlalu arogan dalam menggunakan jabatannya sebagai kepala desa.

Beberapa warga menuturkan, sifat arogan kepala desa terlihat saat ia memperlakukan bawahannya dengan semena-mena. Sering marah-marah tanpa alasan dan kurang berbaur dengan masyarakat. Selain itu, kepala desa yang baru dua tahun menjabat tersebut diduga telah menyelewengkan dana desa untuk kepentingan pribadi.

Sukiman, salah seorang warga mengatakan, saat Anggaran Dana Desa (ADD) turun pada akhir tahun lalu dengan nominal lebih dari Rp 800 juta, kades bahkan langsung meminta jatah 20 persen untuk kepentingan pribadi. “Selain itu, ada beberapa titik proyek pembangunan yang diminta kades Congkrang ini, ia langsung minta jatah pada perangkat,” akunya.

Baca juga:  Vaksinasi Kodim 0706 Temanggung Sasar Komunitas dan Pekerja Pabrik

Puncak amarah warga terjadi saat kades menjanjikan akan membantu menyelesaikan masalah kasus hukum salah satu warganya yang bernama Sutarno. Kades menjanjikan, anak Sutarno yang terlibat kasus hukum bisa dikurangi masa tuntutannya jika Sutarno mau menyerahkan sejumlah uang kepada dirinya.

Dengan alasan itu pula, ia menggunakan nama Sutarno untuk meminjam uang ke BUMDes senilai Rp 30 juta. Bersamaan dengan itu, janjinya mengurangi tuntutan anak Sutarno tidak bisa dibuktikan. Warga yang merasa kasihan dengan Sutarno pun menjadi geram dan meminta Sugeng lengser dari jabatannya.

Tuntutan warga tidak langsung diamini Sugeng. Meski seluruh warga meminta dirinya mundur, ia tetap menolak mundur. “Saya tidak mau mundur dari kepada desa,” kata Sugeng.

Baca juga:  Jalan Provinsi Terancam Longsor

Situasi mulai memanas, warga yang mulai emosi mencoba menghampiri Sugeng namun dicegah aparat kepolisian dan TNI yang berjaga. Warga lantas menyodorkan surat pengunduran dirinya sebagai kepala desa. Namun kades kembali menolak. Mediasi pun berlangsung alot. “Pokoknya kami tidak akan pulang sebelum anda tanda tangan,” kata warga.

Setelah tiga jam berselang, akhirnya Sugeng mau menandatangani surat pengunduran dirinya sebagai kepala desa. Namun, ia meminta syarat agar laporan Sutarno kepada pihak kepolisian yang melaporkan dirinya atas kasus penipuan dicabut. Keduanya sepakat dan semua warga bersorak gembira.

Sekretaris Desa Congkrang Rohman Widiyanto mengatakan, kepercayaan masyarakat kepada kepala desa memang sudah tidak ada lagi. “Maka setelah mengundurkan diri, warga jadi lega,” ujarnya.

Baca juga:  Sadis! Wanita Ini Tega Bunuh Bayi yang Baru Dilahirkannya di Kandang Kambing

Menurut Rohman, kades Congkrang memang kurang begitu baik kepada perangkatnya maupun warganya. Namun, terkait dugaan penyelewengan dana desa, menurutnya, hanya isu-isu yang beredar di masyarakat yang bisa saja benar ataupun salah. (nan/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya