alexametrics

Gagas Wisata di Eks Stasiun Temanggung

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Sejumlah aset milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang berada di wilayah Kabupaten Temanggung dinilai berpotensi dikembangkan menjadi tempat wisata. Bekas-bekas bangunan bernuansa lama (heritage) tersebut dirasa sangat memungkinkan untuk dibuat kafe-kafe berkonsep kuno.

Gagasan ini mencuat saat PT KAI Daop VI Yogyakarta bertemu dengan Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk menyerahkan bantuan bibit konservasi di Pendopo Jenar, Senin (31/1) kemarin. PT KAI menyambut baik hal tersebut, sebab dengan begitu asetnya akan terjaga dan ada asas kemanfaatan bagi Kabupaten Temanggung.

Menurut Kepala Humas PT KAI Daop VI Supriyadi, eks gedung stasiun dan rumah dinas miliki PT KAI yang ada di Temanggung saat ini hanya disewakan untuk keperluan warga sekitar. Ketika timbul gagasan menjadikannya tempat wisata, ia sangat antusias dan berharap ini bukan hanya wacana belaka.

Baca juga:  Tidak Boleh Ada Pungli dan Arogan

Sementara Bupati Temanggung HM Al Khadziq menilai, keberadaan bangunan kuno bisa digunakan untuk berbagai kegiatan. Seperti diskusi atau semacam tempat nongkrong bagi anak muda. “Kopi enak Temanggung, bisa disajikan di eks Stasiun Parakan, menarik ini. Kita tengok nanti stasiun itu, kita eksplore lokasinya pasti ada inspirasi. Sebenarnya bagus juga digunakan untuk berkegiatan, bisa untuk selfie,” katanya.

Kepala DAOP 6 PT KAI Yogyakarta Iwan Eka Putra mengatakan, eks Stasiun Parakan bisa dimanfaatkan asalkan ada izin terlebih dahulu. Namun yang terutama adalah tetap terjaganya aset PT KAI. “Terkait Stasiun Parakan memang ditawarkan kepada Bapak Bupati bisa dimanfaatkan. Karena di sana stasiunnya paling ujung dan bangunannya juga heritage. Jadi bisa dimanfaatkan salah satunya untuk objek pariwisata, karena itu peninggalan zaman dulu yang memang harus kita lestarikan,” ujarnya.

Baca juga:  Kena Tegur, Selisih Harga Dikembalikan

Ketika disinggung reaktivasi jalur kereta di Temanggung, pihaknya mengaku siap-siap saja jika ada keputusan dari pemerintah. “Kalau memang ada keputusannya, kita siap reaktivasi lagi,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, jalur kereta api Parakan-Secang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda melalui Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), dengan arsitek seorang Tinghoa bernama Ho Tjong An. Stasiun dioperasikan pertama kali 1 Juli 1907 untuk mengangkut hasil pertanian, perkebunan. Operasional stasiun ini kemudian ditutup oleh pemerintah RI pada awal tahun 1970-an. (nan/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya