alexametrics

Atap MTs Nurul Huda Keblokan Ambrol, Siswa Terpaksa Belajar di Rumah Kosong

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – MTs Nurul Huda Keblokan, Kecamatan Kaloran terpaksa mengalihkan kegiatan belajar mengajar (KBM) siswanya di salah satu rumah kosong di desa setempat. Pemindahan ini menyusul insiden ambrolnya atap gedung sekolah tersebut pada Kamis (13/1) lalu.

Menurut Ketua Komite Sekolah MTs Nurul Huda Keblokan, Hasyim Ashari, peristiwa ambrolnya atap gedung di sekolahnya tersebut terjadi saat hujan deras mengguyur wilayahnya selama dua hari terakhir.

Akibatnya pada Kamis (13/1) pagi saat anak-anak sedang melakukan kegiatan pembelajaran, mulai ditemui tanda-tanda atap sekolah yang hendak roboh. Terlihat dari plafon yang mulai retak.

Lantaran takut atapnya ambrol dan menimpa siswa di bawahnya, para siswa dan salah satu guru pengampu di kelas mempunyai inisiatif pindah ruang. Namun, tiba-tiba terdengar suara retakan kayu yang tidak bisa menahan beban karena kondisi yang sudah lapuk. Bersamaan dengan itu, atap genting mulai terlihat bergelombang.

Baca juga:  Dua Jabatan Strategis Kembali Kosong

“Karena takut terjadi insiden ambrolnya genting sekolah dan memakan korban jiwa, dewan guru berinisiatif memulangkan siswa lebih awal. Terlihat anak-anak saat itu sangat panik mendengar dan melihat insiden tersebut,” ujar Hasyim Minggu (16/1).

Baru sekitar pukul 23.00, atap sekolah benar-benar ambrol dan mengakibatkan dua ruang kelas rusak berat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Adapun kerugian materil ditaksir mencapai Rp 150 juta.

Pihak madrasah pun meliburkan seluruh murid selama dua hari. Sementara Senin (17/1) ini, sebagian siswa harus melakukan pembelajaran di salah satu rumah kosong tak jauh dari lokasi madrasah.

“Untuk kegiatan belajar mengajar siswa dialihkan di rumah kampung yang kosong selama satu dua bulan ke depan sampai bangunan ini selesai diperbaiki. Total murid yang belajar di rumah ada 25 siswa,” jelas Hayim.

Baca juga:  Bangunan Lapuk, Atap Rumah Warga Desa Kalianyar Ambrol

Hasyim mengatakan, bangunan sekolah yang ambrol tersebut memang sudah tua. Terakhir direnovasi 10 tahun lalu. Setelah puing-puing bangunan dibersihkan, hari ini akan mulai direnovasi bersama masyarakat sekitar dan Banser NU. (nan/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya