alexametrics

Aki Alat Pemantau Aktivitas Vulkanik Gunung Sumbing Hilang Dicuri

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Salah satu komponen alat seismik pemantau aktivitas vulkanik di Gunung Sumbing hilang dicuri orang tidak bertanggung jawab.

Komponen yang hilang tersebut adalah aki atau baterai yang berfungsi sebagai sumber daya perangkat yang terletak di Stasiun Cedokan, Desa Legoksari, Kecamatan Tologulyo, tepat di sisi timur Gunung Sumbing.

Komponen tersebut diketahui hilang setelah petugas di Pos Pengamatan Gunung Api Sindoro-Sumbing, Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari mendeteksi adanya anomaly data. Lantaran data yang ada di lapangan tidak ada yang terkirim ke sistem pada Rabu (12/1) sekitar pukul 17.15. Setelah petugas mengecek dua hari setelahnya Jumat (14/1), komponen berupa aki atau baterai tersebut sudah tidak ada dan dalam keadaan sudah dibongkar.

Baca juga:  Janda Hidup Sendiri Belum Terima Bansos

“Padahal itu sudah ditanam kurang lebih satu meter di bawah tanah dan sudah kita buatkan boks, jadi cukup aman sebenarnya,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Sindoro-Sumbing Warseno Sabtu (15/1).

Akibat kejadian ini, pemantauan aktivitas vulkanik di Gunung Sumbing dan Sindoro jadi tidak akurat lantaran hanya mengandalkan satu stasiun saja yang ada di Desa Petarangan, Kecamatan Kledung.  Wardoyo mengatakan, ini merupakan kali pertama terjadi kasus pencurian alat seismik di Gunung Sindoro. “Alat ini termasuk baru, karena baru terpasang 30 Agustus 2021 lalu,” ujarnya.

Warseno menjelaskan bahwa fungsi alat seismik ini sangat vital untuk memantau aktivitas kegempaan, terutama gempa vulkanik di gunung api Sumbing dan sebagai sumber data utama sistem pemantauan gunung api di seluruh Indonesia. “Meski kita tahu Sumbing dan Sindoro termasuk kategori gunung tidur, tapi kehadiran alat ini sangat penting. Kita tidak ingin seperti kejadian yang ada di Sinabung,” katanya.

Baca juga:  KSP Sido Mukti Makmur Bangkrut, Nasabah Berharap Pemkab Temanggung Turun Tangan

Saat ini, pihaknya sedang melaporkan kejadian ini ke kantor pusat dan meminta pengadaan alat yang baru. Sebagai antisipasi agar yang sama tidak terulang kembali, keamanan alat teresbut akan ditingkatkan dengan cara membuat boks khusus yang dilapisi cor dan gembok atau dipermanenkan.

“Ayo kita sama-sama menjaga karena ini adalah upaya mitigasi atau pencegahan dari bencana gunung api. Dengan alat ini, kita bisa mendeteksi lebih dini ketika terjadi bencana sehingga kita bakal lebih siap dalam menghadapi bencana,” tandasnya. (nan/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya