alexametrics

Kenalan Lewat Mi-Chat, Handphone Dibawa Kabur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Sial nian apa yang dialami Susilah, 55, warga Kelurahan Wates, Kota Magelang pada Rabu (1/12) kala itu. Ibu rumah tangga ini ditipu seseorang yang dikenalnya melalui aplikasi MiChat. Dua ponsel beserta tas berisi dokumen miliknya raib dibawa kabur Holis, 27, warga Dusun Krawatan, Desa Pulosaren, Kecamatan Kepil, Wonosobo.

Kejadian bermula saat dirinya berkenalan dengan Holis di aplikasi kencan tersebut. Kepada Susilah, Holis mengaku sebagai seorang pengusaha di bidang jual beli sepeda motor. Tersangka lantas mengajaknya bertemu di sekitar Pasar Secang untuk makan bersama.

Dalam obrolan saat makan itulah, Holis mengajak Susilah untuk menagih utang kepada seseorang di Pasar Kranggan, Temanggung. Ia dijanjikan imbalan Rp 1 juta jika mau menemani Holis. Ajakan itu diiyakan Susilah.

Baca juga:  Ratusan Ibu Persit Divaksin

Sejurus kemudian, mereka melesat menuju Pasar Kranggan berboncengan menggunakan motor Holis. Sementara kendaraan Susilah dititipkan di Indomaret Secang. Ketika sampai di lokasi, tersangka menyuruh korban memasukkan HP dan tas miliknya ke dalam jok kendaraan. Agar tidak dicurigai, Holis memberikan kunci kendaraannya kepada Susilah. Sementara Susilah tidak sadar bahwa yang kunci yang diterimanya itu hanya kunci duplikat semata.

“Kunci duplikat ini sudah dipersiapkan tersangka sebelumnya untuk mengelabuhi korban agar korban percaya bahwa tersangka tidak akan meninggalkan korban, tetapi sebenarnya tersangka sudah membawa kunci kontak yang asli,” terang Kapolsek Kranggan AKP Sugihartono dalam gelar perkara di Polres Temanggung belum lama ini.

Setelah memasuki pasar, tersangka meyuruh korban menunggu di dalam pasar dan berpura-pura pamit menagih utang sendirian saja. Namun, ini hanya akal-akalan tersangka saja karena pada kenyataannya, tersangka hanya berjalan memutari pasar dan kembali ke tempatnya memarkirkan kendaraannya.

Baca juga:  Uji Coba PTM SMP di TemanggungTunggu Instruksi Bupati

Tersangka lantas mengambil kunci kontak sepeda motor yang asli, menyalakan sepeda motor tersebut dan pergi ke arah Wonosobo dengan membawa tas berisi surat-surat dan 2 unit handphone.

“Setelah berhasil mengusai barang-barang milik korban, kemudian handphone tersebut dijual 1 dan masih dipakai 1 unit. Hasil penjualan handphone digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi dan berfoya-foya,” jelas Marimin.

Korban sadar telah ditipu lantas melaporkan kejadian ini ke polisi. Selang beberapa pekan kemudian tersangka ditangkap di kediamannya. Tersangka dikenakan pasal 378 KUHPidana dan diancam hukuman paling lama 4 tahun penjara. (nan/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya