alexametrics

44 Kebakaran di Temanggung Selama 2021, Total Kerugian Capai Rp 10 Miliar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Angka kejadian kebakaran di Kabupaten Temanggung terus mengalami penurunan signifikan. Dari 77 kejadian pada 2019 silam, menjadi 55 kejadian pada 2020 dan 44 kejadian pada 2021 lalu.

Pada 2021, mayoritas kebakaran disebabkan korsleting listrik dengan total 15 kejadian, disusul kelalaian penggunaan gas dengan 12 kejadian. Sementara 17 sisanya disebabkan faktor lain.

Sedangkan total kerugian kebakaran tahun lalu mencapai Rp 10 miliar dengan korban terdampak sebanyak 7.751 jiwa dan korban luka 11 jiwa. Namun demikian, aset yang berhasil terselamatkan dengan pencegahan kebakaran senilai Rp 56 miliar. Kebakaran paling parah terjadi di Desa Bonjor, Kecamatan Tretep pada akhir Mei lalu yang telah menghanguskan 7 rumah, 1 musala dan 14 kambing milik warga.

Baca juga:  Temanggung Masih Aman dari PMK

Menurut Kepala Satpol PP dan Damkar Temanggung Eddy Cahyadi, penurunan kejadian kebakaran ini sedikit banyak dipengaruhi oleh tingginya kesadaran masyarakat tentang kebakaran itu sendiri.

Hal ini didukung dengan gencarnya bimbingan peningkatan kapasitas dan sosialisasi yang terus digencarkan Damkar Temanggung guna mendorong masyarakat sadar akan kebakaran.

Selain itu, kata Eddy, juga adanya efek dari pandemi Covid-19 yang menyebabkan adanya pembatasan-pembatasan kegiatan masyarakat sehingga segala potensi yang menimbulkan kebakaran bisa dideteksi lebih awal.

“Selama PPKM itu orang banyak di rumah, yang biasanya lupa mematikan kompor jadi ingat karena di rumah terus. Selain itu, orang yang hendak naik gunung dibatasi, aktifitas masyarakat yang mau masuk hutan juga demikian. Terbukti di 2021 lalu tidak ada kasus kebakaran hutan di Temanggung,” begitu kata Eddy saat ditemui di ruang kerjanya Selasa (4/1).

Baca juga:  Target PBB Rp 25 Miliar

Eddy menekankan bahwa 90 penyebab kebakaran disebabkan oleh kelalaian manusia itu sendiri. Sehingga sangat memungkinkan untuk dicegah dan diantisipasi. “Kebakaran itu bukan bencana, tetapi bisa kita cegah,” tegasnya.

Saat ini, pihaknya terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kebakaran dan mendorong setiap RT di desa-desa untuk memiliki alat-alat pemadam kebakaran sendiri. “Sehingga kalau ada kebakaran di desanya masing-masing, sembari menunggu kedatangan kami, masyarkat sudah tahu ilmunya dan punya peralatan untuk memadamkan api sendiri,” ujarnya. (nan/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya