alexametrics

Desa Tlilir Temanggung Gagas Wisata Edukasi Kampung Mbako

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Petani tembakau di Desa Tlilir, Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung menggagas wisata edukasi kampung mbako (tembakau). Dengan menyuguhkan sejarah, jenis, dan serba-serbi tembakau di lereng Gunung Sumbing.

Wisata edukasi ini menawarkan pengunjung untuk bisa mengetahui pengolahan tembakau dan jenis atau varietas tembakau yang selama ini dibudidayakan oleh petani setempat.

Kepala Desa Tlilir Faturohman mengatakan, konsep wiasata edukasi kampung mbako ini merupakan kali pertama di Temanggung. Bahkan mungkin di Indonesia. Ia menjelaskan Desa Tlilir merupakan salah satu sentra penghasil tembakau di Temanggung. Tembakau srintil yang menjadi tembakau kualitas terbaik dunia juga dihasilkan dari petani di Desa Tlilir.

“Temanggung memang kabupaten penghasil tembakau. Namun, tidak semua desa atau daerah menghasilkan tembakau dengan kualitas terbaik. Maka dari itu, wisata edukasi ini kami namai wisata edukasi kampung mbako,” katanya.

Baca juga:  Ribuan Tenaga Honorer Tunggu Nasib

Ia menuturkan di kampung edukasi mbako akan ada museum tembakau yang memajang berbagai tembakau asli hasil olahan petani, alat-alat untuk pengolahan tembakau, dan berbagai barang lainnya yang berkaitan dengan tembakau.

Menurutnya, tembakau mempunyai cerita panjang. Mulai dari pengolahan, varietas atau jenis, musim, hingga harga jual tembakau di setiap musimnya sehingga proses ini bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan.

“Saat tanam ada tradisi khusus. Saat pengolahan juga menjadi salah satu objek wisata edukasi. Karena tidak semua masyarakat mengetahui pengolahan tembakau, apalagi tembakau srintil,” katanya.

Ia mengaku gagasan untuk membuat kampung tembakau ini muncul dari petani. Dengan gagasan ini, ke depan diharapkan bisa menjadi salah satu upaya peningkatan kesejahteraan petani.

Baca juga:  Bhabinkamtibmas Ikut Pantau Ternak

Tidak menutup kemungkinan akan banyak wisatawan yang berkunjung ke Desa Tlilir. Dengan demikian, tembakau tidak hanya dijual ke pabrik, tetapi juga bisa sebagai buah tangan. Tentunya dengan harga jual yang lebih baik. “Kami berusaha mandiri, ke depan masyarakat bisa menikmati proses dan hasilnya,”paparnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung Saltiyono Atmaji menyambut baik peluncuran wisata edukasi kampung mbako ini karena akan menambah warna objek wisata di Temanggung.

“Kampung mbako ini akan menonjolkan potensi tembakau yang ada di Desa Tlilir. Karena Tlilir merupakan penghasil tembakau terbaik. Kampung mbako nantinya akan didukung dengan keberadaan museum tembakau,” katanya. (nan/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya