alexametrics

Presiden Jokowi Resmikan Empat Embung di Jateng

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikan empat embung di Provinsi Jawa Tengah. Peresmian dipusatkan di Embung Bansari Selasa (14/12).

“Saya di Kabupaten Temanggung ini meresmikan empat embung dari 66 embung yang telah dibangun di tahun 2021,” ujar Jokowi.

Empat embung yang diresmikan tersebut, yakni Embung Bansari di Kabupaten Temanggung, Embung Pagergunung dan Embung Dukun di Kabupaten Magelang serta Embung Tlogoguwo Kabupaten Purworejo. “Kami harapkan dengan telah siapnya embung-embung yang ada, produktivitas pertanian bisa lebih baik,” katanya.

Selain untuk pengairan lahan pertanian, katanya, air embung juga bisa dipakai untuk air baku di rumah-rumah serta untuk pariwisata masyarakat.

Di Bansari, Jokowi juga menyempatkan diri menanam bawang merah dan berdialog dengan petani. Dalam dialog yang berlangsung secara santai di gubug tengah sawah, petani mengaku enggan menanam bawang putih karena harganya terus turun. Kondisi ini karena adanya impor bawang putih saat masa panen. Seketika itu juga presiden langsung menelepon Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Baca juga:  Temanggung Siap Jadi Wisata Penunjang Borobudur

“Pak Menteri, ini saya dengan para petani di Temanggung. Keluhan mereka semuanya sama, pada saat panen bawang putih itu impornya justru masuk, keluhannya selalu itu,” ucap Jokowikepada menteri perdagangan melalui sambungan telepon. Lutfi pun langsung merespons keluhan tersebut dan akan mengirimkan tim untuk mengecek.

Di Temanggung terdapat 339 hektare lahan yang masuk program food estate Kementerian Pertanian. Beberapa jenis bibit yang ditanam dalam program ini adalah bawang putih, bawang merah, cabai dan kentang.

Program food estate di Temanggung tersebar di lima kecamatan yaitu Ngadirejo, Bansari, Bulu, Bansari dan Kledung. Program ini melibatkan 32 kelompok tani dengan total 1.127 petani. Dari 339 hektare lahan yang disediakan, saat ini baru 114 hektare lahan yang sudah digarap para petani. Sementara sisanya akan diolah dan ditanami bibit secara bertahap.

Baca juga:  Petani Jamur Luncurkan Pupuk Jabaka

Supriyanto, salah satu petani di Desa Bansari menilai program food estate ini sangat bagus untuk kehidupan petani lantaran bisa menjawab persoalan yang dihadapi para petani selama ini, terkait penyerapan hasil panen dan kepastian harga.

“Sekarang ada offtakernya sendiri saat penjualan pascapanen. Sehingga pemasarannya jadi lebih enak tidak terlalu mikir, yang penting kita bekerja supaya produksinya tambah banyak. Sementara penjualan tahun-tahun sebelumnya biasanya kan mengikuti harga pasar, jadi harganya tidak jelas,” terangnya. (nan/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya