alexametrics

Food Estate di Desa Bansari Jadi Program Percontohan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meninjau lokasi food estate di Desa Bansari, Kamis (18/11). Kementerian Pertanian mendorong upaya konsolidasi petani dalam membentuk korporatisasi petani di sektor pangan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketika berbincang dengan petani, menteri mengatakan program food estate (FE) menjadi motor penggerak di desa agar petani menjadi pelaku usaha. Serta tenaga kerja produktif, sehingga ke depan dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Jangan menanam kalau pembelinya tidak jelas. Uji coba ini akan menjadi uji coba nasional, kira-kira begitu lah,” ujarnya.

Ia menyampaikan, Kabupaten Temanggung dan Wonosobo menjadi percontohan pengembangan food estate hortikultura di Indonesia.

Baca juga:  Santuni Puluhan Anak Yatim

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto menyampaikan, sudah ada sejumlah off taker atau integrator dalam FE ini. Yakni PT Semangat Bersama Enterpreneurship, PT Calbee Wings Food, CV Sido Makmur Jaya, dan CV Rejeki Terus Lancar yang siap menyerap seluruh hasil produksi petani.

Lanjut dia berdasarkan analisis potensi produksi setelah dengan sistem FE keuntungan per hektare untuk bawang merah sekitar Rp 23 juta, bawang putih Rp 40 juta, cabai Rp 55 juta, dan kentang konsumsi Rp 187 juta. “Dengan FE ada peningkatan produksi dan kenaikan keuntungan karena efisiensi biaya tenaga kerja sampai 40 persen,” katanya.

Di Kabupaten Temanggung, luasan lahan untuk program food estate 339 hektare. Namun, hingga saat ini luas lahan yang sudah ditanami komoditas kentang, bawang merah, bawang putih dan cabai baru 163 hektare. Sisanya masih dalam tahap persiapan lahan.

Baca juga:  Kembangkan Inpari 32, Satu Hektare Sawah Hasilkan 10,5 Ton Gabah

Ketua Kelompok Tani Agra Prana Jaya Siswanto mengatakan, keuntungan yang didapatkan dari program food estate ini yaitu diperolehnya jaminan pasar dari beberapa off taker melalui perjanjian kerja sama selama satu kali musim panen. “Katakanlah untuk cabai, kami untuk BEP Rp 9 – 10 ribu. Tapi di food estate kami dibeli harga kontrak sampai Rp 15 ribu,” terangnya. (nan/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya