alexametrics

Semangat HUT, Pemkab Temanggung Bidik Level 1

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Semangat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-187 Kabupaten Temanggung harus menjalar ke seluruh sendi kehidupan. Termasuk semangat dalam menghadapi pandemi Covid-19. Bupati Temanggung HM Al Khadziq memasang target, akhir tahun ini harus sudah masuk level 1.

Khadziq mengatakan, semua indikator penentuan level PPKM di daerahnya sebenarnya sudah berada di level 1. Namun karena capaian vaksinasi belum mencapai 70 persen maka masih berada di level 2.

“Untuk mencapai level 1 itu vaksinasi harus 70 persen, dan vaksinasi terhadap lansia harus 60 persen,” katanya.

Kementerian Kesehatan RI sudah menambah 100 ribu vaksin untuk Temanggung. “Jadi targetnya akhir tahun ini Temanggung sudah masuk ke level 1, seiring dengan Natal dan tahun baru,” jelasnya.

Baca juga:  Perayaan Waisak di Wisma Bikkhu Jaya Wijaya Diiringi Alunan Gamelan

Di bidang Pendidikan, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Temanggung sudah mulai dilaksanakan secara menyeluruh. Terutama di tingkat TK, SD dan SMP yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora).

Selama hampir dua bulan PTM berjalan, masih lancar. Disdikpora Kabupaten Temanggung berupaya mengantisipasi agar tidak terjadi klaster PTM di wilayahnya. Di samping itu pihaknya pun mendorong vaksinasi siswa di atas umur 12 tahun bagi yang sedang melakukan PTM.

“Untuk semua tenaga kependidikan di sekolah yang berada pada naungan Disdikpora sudah tervaksin. Kemudian untuk siswa, khususnya yang SMP, hampir semua juga tervaksin. Untuk siswa SD kami masih memilih siswa, khususnya yang kelas 6 dan berusia 12 tahun atas,” ujar Kepala Disdikpora Kabupaten Temanggung Agus Sujarwo Selasa (9/11).

Baca juga:  Wanti-Wanti Setiap Ormas Jaga Kondusivitas

Meski sudah banyak siswa yang dilakukan vaksinasi, pihaknya tetap melakukan screening secara acak di beberapa sekolah. Sampel terdiri dari 30 siswa dan 3 guru untuk dilakukan tes PCR. Ketika ada yang terkonfirmasi positif di bawah 1 persen, yang positif akan diminta isolasi mandiri, sementara siswa yang lain akan dilakukan tracking.

Kemudian jika yang terkonfirmasi positif sekitar 1 persen sampai 5 persen maka kelas atau rombongan belajar siswa tersebut akan diminta untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Jika yang terkonfirmasi lebih dari 5 persen maka semua siswa akan dilakukan isolasi mandiri dan PTM diberhentikan sementara,” katanya.

Selama PTM, Disdikpora bersinergi dengan Dinas Kesehatan Temanggung, BPBD Temanggung dan Satgas Penanganan Covid-19 Temanggung. Supaya PTM bisa berjalan lancar. “Kami selalu melakukan evaluasi. Dinas Pendidikan membentuk lima tim. Kami bagi di 20 kecamatan. Satu tim kebagian 4 kecamatan untuk melakukan pemantauan di sekolah-sekolah,” katanya.

Baca juga:  Korupsi, Eks Pimpinan Cabang PD BKK Pringsurat Cabang Tretep Ditahan

Dalam pelaksanaannya, PTM hanya dilakukan satu minggu dua kali. Satu kelas hanya diisi 50 persen dari kapasitas. “Kami berlakukan sistemnya shift,” imbuh Agus. (man/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya