alexametrics

Ada Sendratari Virtual di Puncak Acara Hari Jadi ke-187 Kabupaten Temanggung

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-187 Kabupaten Temanggung sudah dimulai sejak Jumat (5/11/2021) lalu. Dengan giat Gerakan Bersih Kota dan Deklarasi Pasar Bebas Sampah.

Sementara acara puncak akan dihelat Minggu (21/11/2021) yang diisi pergelaran sendratari virtual “Nirmala: Ngruwat Ama, Ngrawat Budaya” di Graha Bhumi Phala. Bersamaan dengan pengumuman pemenang Masjchun Sofwan Award 2021.

Di antara keduanya, akan diisi dengan berbagai kegiatan yang berbeda dengan perayaan tahun sebelumnya. Seperti 12 pertunjukan virtual yang menampilkan beberapa jenis kesenian yang dilaksanakan di beberapa tempat. Yakni Tuk Budoyo, Embung Bansari dan TPA Sanggrahan.

Selain itu, juga diadakan musyawarah kebudayaan yang dilakukan para stake holder dan pelaku kebudayaan. Dalam musyawarah ini, akan dibahas masalah-masalah kebudayaan terkait dengan problematika dan aspek seni pertunjukan itu sendiri.

Baca juga:  127.094 Keluarga Digelontor Bansos

“Kreativitas memang tanpa batas, tetapi memang harus ada pakem-pakemnya. Jaran kepang asli Kabupaten Temanggung itu mau diperlakukan seperti apa. Misalnya terjadi penggabungan seni jaran kepang dengan kebudayaan lain, batasan dan pakem-pakemnya seperti apa? Ini kan perlu dipahami,” jelas Djoko Prasetyono.

Dalam musyawarah ini, lanjut Djoko, nantinya juga akan diisi dengan diskusi bagaimana kesenian bisa mendatangkan manfaat ekonomi bagi para pelakunya serta tantangan ke depan.

“Kemudian yang paling penting, mereka meminta rekomendasi apa kepada pemerintah. Supaya pemerintah tahu harus apa ini. Tugas yang dilakukan apa? Jadi ada fungsi aspirasi,” Djoko menekankan.

Muyawarah kebudayaan ini dilakukan di dua tempat di Desa Cepit dan Kranggan dengan dua pembahasan utama. Yaitu berkaitan dengan kebudayaan jaran kepang atau kuda lumping dan pembahasan tradisi dan adat istiadat. “Itu mau kita perlakukan seperti apa sih? Mereka mau meminta apa dari pemerintah? Kita kumpulkan, kita beri narasumner kemudian silakan mereka bermusyawarah,” imbuhnya.

Baca juga:  Optimalkan UKM secara Digital

Tak hanya itu, masyarakat umum juga diberi kesempatan mengikuti lomba fotografi untuk kategori pelajar dan umum. Dengan total hadiah jutaan rupiah. Temanya apa saja yang berhubungan dengan Temanggung.

Sementara kegiatan pendukungnya, dibuat instalasi seni hari jadi yang ditempatkan di Alun-alun kota Temanggung berbentuk logo hari jadi. Ornamen bambu sengaja dipilih menjadi bahan utama karena dinilai mampu merefleksikan masyarakat Temanggung yang multifungsi. Ditekuk tidak patah, bisa menjadi penyangga yang kokoh dan jika diputar tetap kuat.

“Kita juga ada kegiatan pendukung instalasi seni hari jadi. Sengaja kita buat untuk memberikan kesan pada masyarakat. Masyarakat bebas mau memaknainya seperti apa,” terangnya. Semua pertunjukan, diselenggarakan secara virtual dan bisa disaksikan melalui Temanggung TV dan channel YouTube Pemkab Temanggung. (nan/lis)

Baca juga:  Dua Tahun Vakum, Lapak PKK Digelar Lagi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya