alexametrics

400 Karyawan Di-PHK Selama Pandemi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dispernaker) Kabupaten Temanggung Agus Sarwono mengakui dampak pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap sektor ketenagakerjaan.

Ia mengatakan, 90 persen perusahaan di Kabupaten Temanggung bergerak di bidang kayu lapis yang diekspor ke luar negeri. Akibat pandemi, ekspor menjadi tertahan. Padahal, kata Agus, para perusahaan harus membayar para tenaga kerjanya.

“Akibat dari ini ada beberapa perusahaan yang mem-PHK karyawannya. Ada sekitar 400 sekian tenaga kerja yang harus di-PHK,” katanya.

Kendati demikian, ada beberapa perusahaan yang tidak mem-PHK karyawannya tetapi jam kerja dibatasi atau dengan sistem sif. Namun, hal itu juga berdampak pada penghasilan karyawan yang berkurang.

Baca juga:  Tembok Hancur Dihantam Longsor

“Oleh karena itu, kami mengusulkan 3.400 orang dari para pekerja swasta untuk diajukan kepada pemerintah kabupaten dan pemprov untuk apat bantuan sembako. Sehingga kami berupaya bagaimana dalam rangka pemulihan ekonomi,” tandasnya.

Ia mendorong para pekerja memanfaatkan program Kartu Prakerja. Ia mengaku siap mendampingi para masyarakat yang ingin lebih tahu tentang Prakerja. Hingga angkatan ke-6, masyarakat Temanggung yang memperoleh insentif dari Prakerja hanya 3.842.

Selain itu, pihaknya juga mengusulkan bantuan kepada masyarakat yang mendapatkan upah di bawah Rp 5 juta. “Dari pemerintah kan ada subsidi upah bagi para pekerja yang upahya di bawah Rp 5 juta, sebanyak Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan. Yang kita usulkan jumlahnya ada 24.741 di Temanggung. Ini sudah kita koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaannya. Ini semuanya kira-kira 40 persen sudah cair. Realisasinya bulan Agustus ini dan langsung ditransfer ke rekening yang bersangkutan,” jelasnya.

Baca juga:  Tidak Boleh Ada Pungli dan Arogan

Tak hanya itu, pihaknya juga sedang mengusulkan program padat karya. Ia berharap bulan depan bisa direalisasikan. Dalam satu paket program padat karya tersebut terdapat alokasi dana Rp 40 juta untuk memperkerjakan minimal 20 orang.

“Kami mengusulkan hampir Rp 4 miliar mudah-mudahan disetujui. Kegiatan  pengawalan dari kita. Uangnya nanti langsung diberikan ke desa untuk memberikan pendapatan penghasilan kepada masyarakat yang tidak punya penghasilan akibat pandemi,” pungkasnya. (nan/lis)

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya