alexametrics


Kemarau, Petani Tlogopucang Manfaatkan Air Embung

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Embung Tuk Buntu yang terletak di Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan membantu pertanian warga saat musim kemarau. Hal itu disampaikan Muhrozi, ketua kelompok tani (kapetan) yang juga petani desa setempat.

Menurut Muhrozi, embung yang dibangun tahun 2012 itu hasil kerja sama Yayasan Obor Tani dengan Bank Jateng mampu menampung 80.000 kubik air. Jumlah tersebut  cukup untuk mengairi kebun warga selama 6 bulan ke depan di musim kemarau. Dengan kuantitas dua kali pengairan dalam seminggu.

Kebun di sekitar embung seluas 20 hektare dengan 2.000 pohon kelengkeng.  Mayoritas warga setempat memang menanam kelengkeng sebagai komoditas utamanya. Jenisnya kelengkeng itoh. Kendati demikian, pada saat-saat tertentu warga juga menanam cabai, tomat, dan sayuran lain.

“Alhamdulillah untuk saat ini peran embung untuk pertanian cukup mendukung, terlebih saat musim kemarau. Di bulan-bulan Juli Agustus rata-rata jarang hujan. Air embung digunakan untuk penyiraman dan pengairan tanaman kelengkeng,” tuturnya saat ditemui di kediamannya di Desa Tlogopucang.

Muhrozi mengaku tidak ada biaya yang harus dibayar warga jika hendak mengambil air untuk kebunnya. Semua diberikan secara cuma-cuma. Meski begitu, ia menyayangkan peran serta dari pemerintah desa setempat yang dinilai kurang perhatian terhadap pengembangan embung tersebut. “Pemdes masih kurang perhatian. Untuk fasilitas di embung yang mengalami kerusakan sampai saat ini belum dibangun kembali dan dibiarkan begitu saja,” ungkap Muhrozi.

Kerusakan yang dimaksud Muhrozi adalah fasilitas berupa rumah tradisional yang sudah rusak dan dibiarkan begitu saja. Padahal menurut Muhrozi, selain sebagai tempat petani berteduh, rumah tersebut juga bisa digunakan sebagai tambahan penghasilan dengan disewakan untuk kegiatan pertemuan dan perkemahan.

Muhrozi menyayangkan lahan kosong yang berlokasi di sebelah barat embung, saat ini masih diklaim sebagai tanahnya kepala desa. Padahal, ia bersama petani lain berencana untuk membuat rumah tani yang diisi dengan aneka tanaman holtikultura organik. “Nantinya kan bisa untuk daya tarik pengunjung. Seperti wisata memetik sayur secara langsung,” katanya. (nan/lis)

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya