alexametrics

Bersinergi Sejahterakan Petani Tembakau

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Bupati Temanggung HM Al Khadziq mendorong APTI Temanggung menyinergikan semua stake holders untuk menyejahterakan petani dan buruh tani tembakau.

Ia berharap petani tetap semangat meningkatkan kualitas tembakaunya. Menurutnya, jika kualitas tembakau di Temanggung baik, akan menarik pabrikan untuk membeli dengan harga yang baik pula. Bupati juga mengapresiasi perjuangan APTI Temanggung dalam menyejahterakan para petani. Mengingat tembakau merupakan sumber mata pencaharian utama masyarakat di Temanggung.

“Dunia pertembakauan dibutuhkan sinergitas antara petani, masyarakat dan pemerintah daerah. Tembakaunya baik, ekonomi masyarakat Temanggung akan jauh lebih baik. Sebaliknya, jika harga tembakau turun maka perekonomian juga menurun,” tuturnya ketika menghadiri Muscab APTI di balai Desa Petarangan, Kledung kemarin (21/6/2021).

Baca juga:  Korsleting, Dua Rumah Warga Dusun Sayangan Ludes

Untuk itu pihaknya telah melakukan beberapa langkah strategis agar keberlangsungan dunia pertembakuan di Temanggung berjalan dengan baik. Yakni dengan membatasi impor tembakau dari luar daerah.

“Hampir 80 persen tembakau yang masuk ke Temanggung ini berasal dari luar daerah. Sehingga berpengaruh pada penyerapan dan turunnya harga tembakau milik petani. Ini berdampak pada kesejahteraan masyarakat pertembakuan di Temanggung,” tegasnya.

Ketua DPC APTI Temanggung Muhammad Fuad mengatakan permasalahan tembakau tidak sedikit dan tidak mudah dicairkan. Pihaknya meminta APTI meningkatkan kekompakan agar semua permasalahan pertembakauan dapat terselesaikan dengan baik.

“Sejak pergantian kepala daerah atau bupati beberapa kali, petani Temanggung masih jauh dari sejahtera. Maka, perlu sinergitas dengan pemerintah daerah agar petani bisa makmur dan sejahtera,” katanya.

Baca juga:  Desa Tlilir Temanggung Gagas Wisata Edukasi Kampung Mbako

Menjelang panen raya tembakau tahun ini, pengurus APTI telah melakukan beberapa kegiatan mencegah penyebaran dan penularan Covid-19. Seperti melakukan doa di lintas desa, dan juga sosialisasi kepada masyarakat untuk menerapkan prokes.

“Dengan sosialisasi protokol kesehatan, kita berharap pada musim panen atau proses jual beli di gudang pada bulan Agustus,  grafik penularan Covid-19 di Temanggung turun. Agar kita bisa bertembakauria dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (nan/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya