alexametrics

Korupsi, Eks Pimpinan Cabang PD BKK Pringsurat Cabang Tretep Ditahan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Kejaksaan Negeri Temanggung menetapkan Sugeng Prayitno sebagai tersangka kasus korupsi di PD BKK Pringsurat Cabang Tretep. Tersangka kemudian ditahan tim Jaksa Penyidik Kejari Temanggung selama 20 hari. Dititipkan di Tahanan Polres Temanggung.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Temanggung Agung Nugroho mengatakan, Sugeng adalah Pimpinan Cabang PD BKK Pringsurat Cabang Tretep. Ia  diduga telah menyalahgunakan wewenangnya di lembaga yang dipimpinnya. Perbuatan tersangka mengakibatkan kerugian negara Rp 405.772.283.

Kasus korupsi ini menjadi atensi masyarakat luas. Lantaran merugikan ribuan nasabah yang hingga sampai saat ini tabungan maupun depositonya belum bisa diambil.

Agung menjelaskan, tersangka Sugeng Prayitno sebagai Pimpinan Cabang PD BKK Pringsurat Cabang Tretep tahun 2012 sampai 2017, terbukti melakukan penyalahgunaan keuangan. Modusnya dengan kredit fiktif, tabungan minus, dan kas bon kasir.

Baca juga:  Awasi Proses Mutasi Jabatan

“Berdasarkan laporan hasil audit Inspektorat Kabupaten Temanggung Nomor: 700-900/007.PKN/2020 tanggal 25 Juni 2020 akibat perbuatan Tersangka Sugeng Prayitno,SE telah menimbulkan kerugian keuangan negara Rp 405.772.283. Kami masih terus mendalami kasus ini,” terangnya Kamis (17/6/2021).

Atas kasus ini yang bersangkutan dijerat pimer pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UURI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah UURI No. 20 Tahun 2001 tentang PTPK (Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi), subsider pasal 3 jo pasal 18 UURI No 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dan ditambah UURI No 20 Tahun 2001 tentang PTPK. Tersangka terancam hukuman minimal 4 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara. Serta denda paling banyak Rp 1 miliar.

Baca juga:  Tak Boleh Kulakan Pertalite, Pedagang BBM Eceran Demo

Kejaksaan telah melakukan rangkaian panjang untuk menguak kasus korupsi berjamaah ini. Antara lain pada Juli 2020 berhasil menyelamatkan uang negara Rp 751 juta dari kasus korupsi BKK Pringsurat. Uang tersebut merupakan hasil sitaan dari dua orang terpidana mantan Direktur Utama BKK Pringsurat Suharno dan Direktur BKK Pringsurat Riyanto.

Kasus korupsi BKK Pringsurat mengakibatkan kerugian negara Rp 114 miliar. Sekitar 10 ribu nasabah dirugikan dan tidak bisa mengambil uang tabungan maupun depositonya. Karena korupsi yang dilakukan jajaran manajemen BKK Pringsurat sejak 2009 sampai 2017.  Selain Suharno dan Riyanto dua orang mantan pegawai BKK Pringsurat atas nama Triyono dan Rian Anggi juga sudah menjalani hukuman. (nan/lis)

Baca juga:  Ibu dan Anak Dianiaya, Diduga karena Motif Asmara

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya