alexametrics


Divaksin, Siswa Disabilitas Perlu Pendamping Khusus

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Sebanyak 60 siswa penyandang disabilitas intelektual divaksin kemarin (10/6/2021). Mereka berasal dari Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini Temanggung.

Pantauan Jawa Pos Radar Magelang, proses vaksinasi sedikit berbeda dengan yang dilakukan pada masyarakat kebanyakan. Beberapa siswa tampak sulit dikondisikan. Bahkan ada yang berlarian ke sana-ke mari. Ada yang menangis takut disuntik. Ada juga yang perlu dibujuk sedemikian rupa agar mau divaksin. Bahkan, salah satu siswa terlihat meronta-ronta dan harus dipegangi pendamping.

“Memang kita perlakuannya beda dengan masyarakat biasa. Jadi kita butuh tenaga ekstra. Kalau masyarakat umum saat mau divaksin antusias dan sudah oke. Kalau ini walaupun usianya 20 sampai 25  tahun tapi masih seperti anak-anak. Memang harus selalu ada pendampingan dan pendekatan khusus,” kata dokter Anis Mustafirin, kepala Puskesmas Dharmarini.

Dokter Anis menambahkan untuk memotivasi anak-anak agar mau divaksin harus diberi hadiah seperti es krim dan mainan. “Tadi ada yang dimotivasi, nanti habis divaksin diberikan es krim, baru mau. Jadi harus ada semacam embel-embelnya hadiah seperti itu,” tuturnya.

Wiwid Setyowati, sub koordinator Seksi Bimbingan Teknis Kemampuan Sosial mengatakan vaksinasi terhadap disabilitas intelektual tersebut bertujuan untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Mengingat, menurutnya karakteristik disabilitas termasuk dalam kelompok rentan. (nan/lis)

 

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer