alexametrics


Pembangunan Sasana Budaya Bhumi Phala Digelontor Rp 10,8 M

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Pemerintah Kabupaten Temanggung membangun Gedung Sasana Budaya Bhumi Phala senilai Rp 10,8 miliar. Gedung ini  sebagai wadah para seniman berekspresi dan berapresiasi dalam melestarikan kesenian.

Nantinya gedung akan menjadi sentra pementasan berbagai kreasi seni dan budaya. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung Kristi Widodo mengatakan, ini merupakan pembangunan tahap pertama dengan anggaran Rp 5,7 miliar. Secara keseluruhan total Rp 10,8 miliar. Pelaksana kegiatan pembangunan adalah PT Sumber Arta Dwijaya dan sebagai konsultan pengawas CV Karya Nusantara. Masa pengerjaan konstruksi gedung selama 180 hari.

Berkaitan dengan pembangunan gedung tersebut Senin (7/6/2021) malam diadakan doa bersama yang dihadiri tokoh-tokoh lintas agama, budayawan, dan seniman. Mengiringi pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan gedung ini juga diadakan prosesi budaya berupa pengumpulan air dan batu dari tujuh penjuru.

Diwakili kawasan Gunung Sindoro, Sumbing, dan Prahu. Air dari Gunung Sumbing diambil di Mata Air Tuk Budoyo, Makukuhan, dan Pikatan. Kemudian dari Gunung Sindoro di Mata Air Jumprit, Mranggen Kidul, Makukuhan Kedu, dan dari Gunung Prahu di Mata Air Dukuh Wuluh.  Untuk batu diambilkan batu dari kawasan Situs Liyangan di Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo.

Bupati Temanggung HM Al Khadziq menyampaikan Kabupaten Temanggung kaya dengan potensi khasanah seni budaya.  Menurutnya,  jika ini tidak dikembangkan akan sia-sia. Bila dikembangkan akan meningkatkan potensi wisata, kreatifitas seni dan mengembangkan ekonomi kreatif. Sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Temanggung.

Khadziq menambahkan, Kabupaten Temanggung mengalami perkembangan yang sangat mengembirakan dalam hal seni budaya. Terbukti dari adanya banyaknya kelompok kesenian yang terus tumbuh di kalangan masyarakat.

Data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung tahun 2021, terdapat 1.791 paguyuban seni yang masih aktif berlatih dan terus berusaha untuk melestarikan dan mengembangkan eksistensi keseniannya.

“Kami berharap dengan adanya Sasana Budaya ini dapat menjadi wadah untuk meningkatkan apresiasi seni, wadah pendidikan yang bersifat hiburan. Wadah untuk mempertemukan buah pikiran para seniman, dan wadah untuk menampung hasil kreasi seni dari para seniman di Kabupaten Temanggung,” katanya. (nan/lis)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer