alexametrics

Sadis, Ini yang Dilakukan Dukun Ritual Usir Genderuwo di Temangung

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Empat pelaku pembunuhan bocah 7 tahun berinisial ALH di Dusun Paponan, Bejen, Temanggung dihadirkan Polres Temanggung Rabu (19/5/2021) sore.

Keempat pelaku yakni orang tua  korban, Marsidi, 43, dan Suwartinah, 38. Sementara dua lainnya dukun Haryono, 56, dan Budiono, 43, yang juga rekan orang tua korban.

Keempat tersangka tertunduk dengan wajah tertutup. Hanya terlihat mata dan alis saja. Menurut Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi, kondisi kejiwaan pelaku masih belum stabil sehingga belum bisa dimintai keterangan oleh awak media. “Karena masih syok,” katanya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Temanggung AKP Setyo Hermawan menuturkan, dari pemeriksaan sementara, pembunuhan dilakukan atas perintah dukun Haryono. Dengan dalih ritual pengobatan untuk mengusir genderuwo. Agar korban ALH tidak nakal.

Baca juga:  Wabup Temanggung Gowes sambil Menyapa Petani

“Pelaku Haryono mengatakan korban ALH titisan genderuwo, sehingga harus diruwat dengan menenggelamkan kepalanya di bak mandi,” katanya.

Kata Setyo, untuk menenggelamkan di bak mandi, dukun Haryono menyuruh asistennya, Budiono bersama kedua orang tua korban. Ritual tersebut dilakukan dua kali. Pada Desember 2020 dan Januari 2021. Hingga akhirnya ALH meninggal.

Sebelum melakukan ritual itu, korban juga dipaksa memakan cabai dan biji mahoni. Namun ketika olah TKP, tidak ditemukan barang bukti maupun sisa cabai dan biji mahoni. Dalam ritual tersebut dukun Haryono mendapat uang Rp 6 juta.

Mayat korban ALH sengaja disimpan karena dukun Haryono mengaku dapat menghidupkan kembali mayatnya. “Agar mayat tidak bau, diletakkan di kamar yang tertutup rapat. Kemudian selalu diberikan pengharum ruangan. Kemudian mayat juga dibersihkan dan dirawat” ujarnya.

Baca juga:  34 Perangkat Desa Membolos

Sambung Setyo, sebenarnya kakak perempuan korban berinisal sudah tahu kejadian itu. Namun tidak berani melapor karena diancam pelaku. “Saat ini kami masih melakukan pendampingan kepada kakak korban. Nantinya juga akan kami mintai keterangan,” jelas Setyo.

Polres Temanggung juga mengamankan barang bukti. Seperti pengharum ruangan, tisu, cotton buds, serta pakaian korban saat pembunuhan.

Keempat pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 3 miliar. Apabila pembunuhan dilakukan oleh orang tua maka ancaman hukuman ditambah sepertiga dari hukuman tersebut. (man/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya