alexametrics

Disabilitas Netra Tadarus Alquran

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Selama bulan Ramadan, Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Netra Penganthi Temanggung mengadakan tadarus Alquran. Kegiatan ini diadakan rutin sehabis salat Tarawih bagi penerima manfaat.

“Kami mengajak para disabilitas netra tadarus bersama agar kita dapat melaksanakan perintah Allah di bulan Ramadan,” kata Sutarmi, pekerja sosial atau pendamping penerima manfaat Penganthi.

Selain tadarus, bagi anak-anak yang masih belum bisa dan belum lancar membaca Alquran braile diadakan pelatihan setiap hari Jumat. “Ada guru khusus, yang merupakan alumni Penganthi yang sudah pintar Arab braile kemudian mengajar pada adik-adiknya,” terang Sutarmi Senin (19/4/2021).

Sutarmi mengaku Arab braile berbeda dengan Alquran biasanya. Kepekaan ujung jari tangan untuk meraba menjadi sangat penting. “Kemampuan anak sangat bervariasi yang mempengaruhi bisa tidaknya mempelajari Arab braile,” katanya.

Baca juga:  UIN Walisongo Lakukan Rukyatul Hilal di Empat Lokasi

Jumlah penerima manfaat di Penganthi sekitar 100 orang dari berbagai daerah. Sedangkan yang bisa baca braile sekitar 50-an. Menurutnya, waktu sekitar dua bulanlah anak baru bisa baca dengan catatan harus selalu didampingi dan evaluasi.

Yaroh Riyadhin, salah seorang penyandang disabilitas netra mengaku butuh waktu dan ketekunan untuk bisa menguasai Alquran braile. Pasalnya, untuk bisa membaca Alquran braile ada banyak tahapan yang harus dikuasai terlebih dahulu. Seperti mampu menguasai huruf abjad latin, kemudian berpindah ke huruf Hijaiyah. Lalu variasi huruf-huruf tersebut dengan harakatnya.

“Jadi kalau baca Alquran braile kalau nggak belajar lama, susah lancarnya,” terang remaja 20 tahun tersebut. Selama tadarus sampai saat ini, Yaroh sudah berhasil menamatkan juz 30 dan mulai pindah ke juz lainnya.

Baca juga:  Stok Bahan Pokok Aman Hingga Akhir Tahun

Kepada Jawa Pos Radar Magelang, Yaroh mengatakan beberapa kendala membaca Alquran braile. Seperti sehabis wudhu menjadi saat-saat tersulit lantaran kepekaan jari berkurang karena basah. “Quran braile ini kan timbul. Jadi kalau kena air itu bisa masuk hurufnya jadi agak susah,” terangnya.

“Alquran yang sudah lama juga berpengaruh. Kalau masih baru hurufnya jelas. Kalau sudah lama tidak rata hurufnya. Jadi kayak kertas biasa sehingga susah dibaca,” imbuhnya. Yaroh berharap bisa lebih lancar lagi dalam membaca Alquran braile. Karena bisa membantunya dalam menghafal surat-surat dalam Alquran. (cr2/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya