alexametrics

Hingga April Sudah Terjadi 106 Longsor

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Bencana alam di Kabupaten Temanggung sejak Januari hingga April terjadi peningkatan yang signifikan. Terutama banjir dan tanah longsor. Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung telah mencatat 106 bencana longsor dan 8 titik lokasi banjir di berbagai kecamatan.

“Dibandingkan dengan tahun lalu, memang terjadi kenaikan bencana.  Utamanya longsor,” kata Dwi Sukarmei, kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung.

Kerugian material bencana yang terjadi antara Januari sampai April mencapai Rp 4.231.350.000. Paling banyak adalah tanah longsor yang mencapai Rp 3.208.000.000. Disusul kebakaran yang menghabiskan Rp 309 juta dan banjir yang menelan kerugian Rp 289 juta.

Pihaknya akan terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat bahwa curah hujan hingga akhir April nanti masih cukup tinggi. “Kami mengambil kesiagaan yang tinggi. Pada prinsipnya kami lebih sering merapatkan barisan dengan perangkat dan masyarakat lainnya,” tuturnya (6/4/2021).

Baca juga:  Dikepung Zona Merah, Warga Temanggung Harus Waspada

Menurutnya, selain curah hujan yang tinggi, banjir di Temanggung disebabkan drainase yang tidak mampu menampung volume air yang begitu besar. Selain itu, drainase juga terjadi sedimentasi atau endapan yang menghambat air mengalir.

Ia mengatakan banjir di daerah Temanggung hanya banjir lewat. Hanya berlangsung satu dua jam  saja akan hilang. Berbeda dengan banjir-banjir di daerah lain. Ia berharap agar masyarakat tidak perlu cemas.

Selain memberi asesmen dan mitigasi bencana yang cepat, pihaknya juga akan bersinergi dengan dinas terkait untuk membentuk siskamling kedaruratan penanganan bencana.

Siskamling kedaruratan akan dibentuk di 14 titik kecamatan rawan banjir dan longsor yang menjadi skala prioritas. Anggotanya terdiri dari BPBD, PU, relawan dan OPT sekitar kecamatan tersebut. “Jadi, begitu terjadi bencana bisa segera dilakukan asesmen yang cepat,” jelasnya.

Baca juga:  Mengaku Dapat Bisikan Gaib, Pasutri Gantung Ibu di Pohon Rambutan

Pihaknya juga telah melakukan pembentukan rintisan desa tanggap bencana yang sampai saat ini sudah tersebar di beberapa kecamatan. Total, sudah ada 34 desa sudah mendapat sosialisasi dan pelatihan terkait mitigasi bencana.

Sedangkan untuk daerah yang sempat mengalami kerusakan, BPBD akan menggandeng DPU untuk membangun talut dan irigasi bagi daerah yang terdampak banjir dan tanah longsong. Seperti Parakan, Pingit, Ngadirejo dan Kecamatan Tretep. (cr2/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya