alexametrics

Pembunuh Ibu Dihukum 19 Tahun

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Terdakwa pembunuh ibu kandung di Kecamatan Pringsurat surat akhirnya divonis 19 tahun penjara. Putusan itu lebih ringan satu tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Putusan hakim memang lebih ringan satu tahun dari tuntutan. Namun itu juga kami anggap sudah adil,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Temanggung, Bekti Wicaksono.

Disampaikan hukuman maksimal itu dilakukan karena terdakwa dianggap tidak koperatif. Terdakwa, Supangat, 40, warga Dusun Jeketro, Desa Karangwuni Kecamatan Pringsurat masih kekeh enggan mengakui perbuatannya dan mengaku motif pembunuhan lantaran mendapatkan bisikan gaib. “Ini jelas tidak masuk akal. Hasil pemeriksaan kejiwaan terdakwa ini tidak terindikasi mengalami gangguan jiwa,” tuturnya.

Baca juga:  Sadis! Begini Kronologi Pembunuhan Ibu dan Anak yang Mayatnya Dibuang di Jembatan Tol Semarang-Solo

Sementara istri Supangat yakni Hidayah, 32, yang juga terlibat dalam pembunuhan berencana itu diputus 15 tahun penjara. “Istrinya terbukti ikut membantu Supangat untuk membunuh ibunya,” tegasnya.

Sebelum pembunuhan terjadi, tersangka berencana menggadaikan sertifikat tanah milik orang tuanya untuk membayar utang-utangnya. Namun hal itu tidak disetujui oleh ibunya.

Putusan terhadap kedua terdakwa itupun dianggap sudah sesuai dengan tuntutan jaksa. Bekti tidak akan mengajukan banding. “Kami tidak mengajukan banding, kami rasa sudah sesuai,” ucapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya tersangka Supangat menghabisi ibunya dengan dalih mendapatkan bisikin gaib. Berdasarkan hasil pemeriksaan sebelum tewas korban dipukuli kepalanya dengan tongkat yang sering dibawanya. Korban juga dijerat dengan tali yang selanjutnya digantung di pohon rambutan untuk menghilangkan jejaknya. (tbh/lis)

Baca juga:  Dua Minggu, Jalan Desa Tertutup

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya