alexametrics

Bangkit Bersatu Bergerak Maju

Hari Jadi Ke-186 Kabupaten Temanggung

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung –  Kabupaten Temanggung hari ini (10/11/2020) genap berusia 186 tahun. Perayaan hari jadi di tengah suasana pandemi menjadi refleksi bagi pemerintah dareah dan warga Kabupaten Temanggung.

Bupati Temanggung HM Al Khadziq berharap masyarakat Kabupaten Temanggung dapat mengambil pelajaran dari pandemi ini. Sebagai ajang refleksi untuk lebih baik lagi. “Saya berharap meskipun kita di tengah suasana pandemi tetapi ulang tahun ke-186 Kabupaten Temanggung ini dapat menjadi bahan refleksi bagi pemerintah daerah. Pandemi menjadi pelajaran lalu kita bangkit seperti tema HUT kali ini. Warga Temanggung bersatu warga Temanggung dan bergerak maju ke depan menyongsong masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Baca juga:  Karateka Jateng Jalani Tes Fisik

Hal itu sesuai dengan tema HUT ke-186 Temanggung, yaitu bangkit bersatu bergerak maju. Di tengah suasana pandemi, semua kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa  diminimalkan.

Dimulai dengan kegiatan pergantian songsong atau payung di makam bupati pertama Temanggung Raden Aryo Djojonegoro dilanjutkan dengan acara tahlilan bersama yang tidak lebih dari 100 orang. Kemudian pada Selasa (10/11/2020) pagi setelah upacara hari pahlawan dilaksanakan upacara apel  peringatan HUT ke-186. Apel ini dilaksanakan dengan bahasa Jawa dan dengan penuh karakter yang khas temanggungan.

Sebelumnya pada Minggu (8/11/2020) Pemerintah Kabupaten Temanggung menggelar Boyong Menoreh di pendopo eks Kawedanan Parakan. Acara Boyong Menoreh ditandai dengan penyerahan songsong Djojonegoro oleh KH Yakob Mubarok kepada Bupati HM Al Khadziq dan dari KH Tajudin Noor kepada Ketua DPRD Yunianto. Serta penyerahan pataka lambang daerah oleh KH Hasyim Afandi kepada Bupati HM Al Khadziq dan Wakil Bupati R Heri Ibnu Wibowo.

Baca juga:  Bagi-Bagi Bendera Merah Putih

Selanjutnya songsong ditanam mengganti songsong yang lama di pusara makam bupati pertama Temanggung Adipati Djojonegoro di komplek masjid Agung Darussalam Temanggung. Hadir dalam acara tersebut para pejabat forkompimda dan pejabat terkait.

Bupati HM Al Khadziq mengatakan momentum peringatan Hari Jadi ke-186 Kabupaten Temanggung diselenggarakan sederhana tanpa kirab songsong Djojonegoro mengingat masih pandemi Covid 19. Bupati mengajak kepada segenap masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan  demi terwujudnya Temanggung yang tentrem marem dan gandem.

Sebelum acara Boyong Menoreh terlebih dahulu diawali dengan bacaan tahlil untuk para arwah para Bupati Temanggung yang sudah meninggal dunia. Bacaan tahlil dipimpin KH Gus Mahfur Nasokha diikuti para kepala desa se-Kecamatan Parakan. (tbh/lis/bas)

Baca juga:  BNPB Terima Laporan Kerusakan Akibat Gempa di Selayar dan Takabonerate

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya