alexametrics

Pagar DPRD Temanggung Dijebol Massa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Aksi demo menolak Undang-Undang Cipta Kerja di Temanggung berakhir ricuh. Dua pagar kantor DPRD Kabupaten Temanggung sisi utara dan barat rusak akibat amukan demonstran. Polisi sempat menembakkan gas air mata.

Ribuan massa membawa sejumlah ban mobil yang dikumpulkan di perempatan kantor Bank BCA dan membakarnya. Tak berselang lama aparat kepolisian akhirnya berusaha memadamkan api. Lantaran merasa tidak terima akhirnya bentrokpun kembali terjadi.

Anggota polisi yang dilengkapi tameng dan tongkat pemukul akhirnya diturunkan bersama K-9 untuk menghalau masa. Aksi lempar batupun terus terjadi hingga aparat kepolisian kewalahan dan harus dibantu dengan water canon untuk memadamkan api dan membubarkan massa.

Baca juga:  Tingkatkan Nilai Agama dan Kemaslahatan, Bangun Masjid di Halaman Kampus

Di Wonosobo, Aliansi Mahasiswa Wonosobo (AMW) menggiring anggota dewan ke kantor pos untuk mengirimkan file tuntutan ke pemerintah pusat dan DPR RI. “Tuntutan kami masih sama dengan apa yang kami sampaikan kemarin. Yakni dengan menggagalkan UU omnibus law,” terang Koordinator aksi M Hazmi al Faqih.

Para pendemo di Gedung DPRD Wonosobo ditemui oleh Ketua DPRD Sementara Sumaridyo, Wakil Ketua Agus Riyadi dan anggota dewan Wahyu Lembusuro (Fraksi PDIP), Habibilah (Fraksi PKB), A Sutopo (Fraksi Demokrat), dan Umam Khasani (Fraksi PPP). Agus Riyadi mengatakan, pihaknya mengapresiasi atas apa yang tengah diikhtiarkan oleh mahasiswa dengan memberikan beberapa usulan ke anggota legislatif. Hanya saja pihaknya tak bisa ikut ambil keputusan. “Karena memang pembahasan dilakukan di pusat maka yang bisa kita lakukan ya memfasilitasi saja, apa keinginan mereka,” terangnya. (tbh/git/ton/bas)

Baca juga:  Segera Realisasikan Program Kerja

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya