Pembunuh Balita Dituntut 20 Tahun

192
Kasi Pidsus Kejari Temanggung Bekti Wicaksono

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Supriyadi, 38, pembunuh seorang balita dan penganiayaan ibunya di Desa Tleter, Kecamatan Kaloran dituntut 20 tahun penjara dan denda Rp 300 juta. Dia dianggap terbukti menghilangkan nyawa anak di bawah umur.

“Sidang hari ini (kemarin, Red) adalah sidang tuntutan. Tersangka dituntut dengan undang-undang perlindungan anak karena telah menghilangkan nyawa seorang anak,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Temanggung Bekti Wicaksono Kamis (10/9/2020).

Menurutnya setelah proses persidangan secara online beberapa kali, pelaku yang juga menganiaya ibu balita, Ernawati, 25, tersebut dinyatakan terbukti kuat melakukan pembunuhan. “Maka tuntutannya adalah undang-undang khusus yakni undang-undang perlindungan anak,” tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Probo Kisworo mengaku akan mengajukan permohonan keringanan di sidang berikutnya. “Karena beberapa alasan di antaranya terdakwa koperatif, mengakui kesalahannya dan tidak akan mengulangi serta ia juga berkelakuan baik selama persidangan,” tegasnya.

Sebagai mana diberitakan sebelumnya motif pembunuhan terhadap tersangka tersebut adalah cinta segitiga. Terdakwa dengan ibu korban, Ernawati mempunyai hubungan asmara.

Terdakwa merasa kesal karena Ernawati tidak mau menceraikan suaminya yang sedang bekerja di Kalimantan dan menikah dengan tersangka. Merasa tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, tersangka marah dan memukul kepala kepala korban dengan palu sebanyak 4 kali. (tbh/lis/bas)