alexametrics

Temanggung Belum Bisa Ekspor Kopi Mandiri, Ini Penyebabnya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Kopi jenis robusta dan arabika asli Temanggung kini mulai merambah pasar ekspor. Namun demikian, sampai saat ini Temanggung masih belum bisa melakukan ekspor secara mandiri. Ekspor harus melalui perantara daerah lain.

“Seperti hari ini kita melakukan pengiriman perdana di Koperasi Kopi Prima Jaya dengan anggota hampir seluruh kecamatan penghasil kopi robusta,” ungkap Bupati Temanggung M Al Khadziq usai panen kopi dan pengiriman perdana kopi ke PT Asal Jaya Malang di Desa Jambon, Kecamatan Gemawang Rabu (26/8/2020).

Pemkab Temanggung terus berupaya memperluas jaringan pemasaran. Tetapi memang sampai sekarang Temanggung belum bisa ekspor sendiri dan masih melalui perantara. Menurut dia rasa kopi Temanggung khas. Kopi robustanya pahit, pekat, kuat baunya dan rasanya lebih ngepop, ada gurihnya. Kemudian kopi arabika aromanya juga kuat, pekat, rasanya juga ngepop ada gurihnya.

Baca juga:  Diringkus di Cilacap, Tiga Pencuri Dana BOS Dilumpuhkan

“Jadi meskipun diolah dengan cara biasa-biasa saja rasanya sudah melebihi kopi kafe-kafe terkenal di Jakarta, bahkan tidak kalah cita rasa dengan kafe-kafe luar negeri,” ujarnya

Disampaikannya kopi robusta maupun arabika merupakan kopi terbaik dan keduanya. Kopi Temanggung telah mendapat sertifikat Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG). Kopi arabika Temanggung pernah menjadi juara pada festival kopi di Atlanta Amerika Serikat tahun 2016. Kopi robusta juga pernah menjadi juara pada festival kopi di Prancis. “Di festival tingkat nasional juga berkali-kali kita dapat juara, terakhir festival kopi di Bandung tahun 2018,” terangnya.

Maka dari itu, pihaknya pun kini terus melakukan pembinaan kepada petani agar budidaya kopi menjadi lebih intensif, lebih efektif dan berkualitas. Para petani juga diberi edukasi untuk bisa mengolah kopi secara standar sehingga kualitas kopi Temanggung semakin tahun semakin bagus. Saat ini Kabupaten Temanggung memiliki sekitar 12.000 hektare ladang kopi robusta dan arabika yang tersebar di beberapa Kecamatan. (tbh/ton/bas)

Baca juga:  Gadaikan Motor Sewaan, Warga Temanggung Terancam Bui Empat Tahun

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya