Panen Tembakau Vaksin untuk Petani

491
Tari wiwit panen tembakau yang tampil dalam acara doa bersama mengawali panen raya tembakau 2020 di pendopo Jenar Senin (3/8/2020) malam. (Tabah Riyadi / Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Pemerintah Kabupaten Temanggung berharap panen tembakau tahun ini menjadi vaksin para petani di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya petani dirugikan selama panen cabai, bawang merah dan bawang putih yang harganya anjlok.

“Kemarin tanam cabai, tanam bawang tidak laku yang kita andalkan cuma tembakau ini untuk menjadi vaksin bagi petani,” ucap Wakil Bupati Temanggung  R Heri Ibnu Wibowo saat doa bersama untuk mengawali panen raya tembakau pada 2020 yang diikuti perwakilan dari pedagang, pabrik rokok, dan petani di pendopo Jenar.

Menurutnya yang menjadi peramu dari vaksin itu yakni para grader dan pedagang selaku penentu harga. “Mudah-mudahan ramuannya ini dapat menjadi vaksin bagi petani,” tuturnya.

Sementara itu Bupati Temanggung HM Al Khadziq menyampaikan menyampaikan musim tanam tembakau tahun ini kualitasnya sangat bagus. Pihaknya juga telah menyampaikan ke pabrik rokok agar tembakau Temanggung ini dihargai dengan pantas sesuai kualitasnya yang tinggi.

“Tetapi saya juga mohon pada masyarakat untuk terus menjaga kualitas dan kemurnian tembakau Temanggung yang memang kualitasnya paling tinggi. Jangan dicampur dengan tembakau dari daerah lain karena nanti akan merusak kualitas tembakau asli temanggung,” pesannya.

Selain itu Khadziq juga akan membentuk gugus tugas pertembakauan untuk mengawal panen raya tahun ini guna mengantisipasi kecurangan dalam jual beli tembakau sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. “Nanti akan saya buatkan suratnya. Gugus tugas ini di bawah kendali bupati langsung,” bebernya.

Gugus tugas akan mengawal dari tingkat dasar di petani, perajang, pedagang kecil, menengah, dan pedagang besar sampai ke pembeli terakhir yaitu pihak industri.

Ia menyampaikan pembentukan gugus tugas untuk mengurangi potensi-potensi yang bisa saling merugikan antara satu dengan yang lainnya. “Mengurangi kecurangan. Mengurangi praktik-praktik yang merugikan satu pihak dengan pihak yang lainnya khususnya untuk mengurangi praktik yang bisa merugikan para petani Kabupaten Temanggung,” jelasnya. (tbh/lis/bas)