alexametrics

Lantik Pejabat di Tengah Ladang Tembakau

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Lima pejabat tinggi eselon dua dan 33 pejabat fungsional dari kesehatan serta pendidikan dilantik di tengah lahan tembakau. Hal itu sebagai upaya untuk memperlihatkan berbagai potensi dan masalah tembakau kepada para pejabat yang telah dilantik.

“Pelantikan kali ini lebih tematik. Tematiknya, tematik tembakau biar pemerintah bareng-bareng melihat permasalahan tembakau. Melihat tembakau petani Temanggung betapa bagus-bagusnya,” ungkap Bupati Temanggung HM Al Khadziq usai melantik para pejabat di area embung Bansari di tengah lahan tembakau Senin (27/7/2020).

Dengan melihat realita kondisi pertanian tembakau tersebut, Khadziq berharap pemerintah khususnya para pejabat yang dilantik bisa melaksanakan tugasnya dan membela pertanian tembakau. “Selain itu kami juga ingin mendekatkan diri kepada masyarakat dan mengetahu permasalahan-permasalahan di masyarakat,” jelasnya.

Baca juga:  Sediakan Guru dan Wifi Gratis

Khadziq juga berharap kepada para pejabat yang baru dilantik mampu meningkatkan  pelayanan terhadap masyarakatnya dengan baik.  Adapun lima orang pejabat eselon dua yang dilantik di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini yakni Djoko Prasetyono menjabat Staf Ahli Bidang Pemerintah, Hukum dan Lingkungan Hidup, Tri Raharjo menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, SDM, Pendidikan dan Kebudayaan. Kemudian Tri Winarno menjabat sebagai kepala BPPKAD, Joko Budi Nuryanto menjabat sebagai kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Sri Haryanto menjabat sebagai kepala Disperindagkop UMKM.

Sementara itu, untuk mengisi kekosongan jabatan lama yang telah ditinggalkan oleh para pejabat yang dilantik sebagai eselon dua, bupati telah menetapkan pelaksana tugas.”Jabatan kepala BPBD saat ini juga di Plt oleh Djoko Prasetyono sedangkan Camat Kranggan juga di plt oleh Tri Raharjo. SK-nya sudah saya tanda tangani,” bebernya.

Baca juga:  Kotak Suara Tiba di KPU

Sedangkan untuk mengisi jabatan-jabatan kosong tersebut pihaknya mengaku tengah menyusun regulasinya. “Mudah-mudahan secepatnya segera diisi,” ucapnya.

Untuk sampai di lokasi pelantikan para pejabat diangkut menggunakan mobil pikap. Pasalnya lokasi pelantikan di lereng Gunung Sindoro tersebut minim tempat parkir dan jalannya berbatu. (tbh/lis/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya