alexametrics

Masuk Pesantren Diperketat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Ketua PCNU Kabupaten Temanggung KH Muhammad Furqon Masyhuri mengajak pengasuh pondok pesantren untuk memperketat masyarakat masuk ke dalam pondok. Mengingat saat ini para santri mulai kembali lagi ke pondok untuk belajar.

“Saya mengajak para pengurus pesantren untuk memperketat orangtua santri untuk datang ke pondok jika tidak ada kepentingan mendesak. Karena kebanyakan wali santri itu selalu kangen dengan anak anak-anaknya,” ujarnya saat menghadiri penyerahan bantuan oleh Pemerintah Kabupaten Temanggung kepada sejumlah pondok pesantren.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah itu juga berharap agar para pengasuh pondok pesantren membantu santri-santrinya selalu menjaga kebersihan. “Menghindari satu bak cuci tangan ataupun tempat wudhu agar ada air mengalir. Juga pemakaian masker ini tidak menjadi kalah penting,” terangnya.

Baca juga:  Model Kekerasan Seksual Makin Beragam

Pria yang akrab disapa Gus Furqon itu juga mengaku terus berupaya mengingatkan santri membawa vitamin C dan madu agar imun tubuh terjaga. “Kami juga juga menerapkan kepada santri agar berolahraga melalui kerja bakti pesantren yang dilakukan mulai jam 09.00 agar mereka juga dapat berjemur,” jelasnya.

Meski dalam kondisi pandemi dirinya juga mengaku tidak melakukan pembatasan jumlah santri yang ingin mondok. “Tidak ada pembatasan khusus sampai hari ini. Justru ada penambahan santri yang signifikan. Maka, aula yang tadinya tempat ngaji kita fungsikan menjadi tempat tidur anak-anak. Kami berharap setiap kamar itu tidak lebih dari 10 anak agar bisa social distancing, sehingga tidak terlalu dekat,” tegasnya.

Baca juga:  Tak Ingin Jadi Klaster Baru, Pemkot Semarang Tunda Pengoperasian Semarang Bridge Fountain

Para pengurus pesantren juga menerapkan sistem gelombang bagi para santri yang hendak kembali ke pondok. “Sebelum berangkat mereka juga harus membawa surat keterangan sehat dari puskesmas,” tegasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Temanggung Ibnu Heri Wibowo mengaku dengan kembalinya santri ke pondok pesantren diharapkan tidak menimbulkan klaster baru. “Maka, sebagai sarana pencegahan kami berikan bantuan berupa alat cuci tangan kemudian sabun dan disinfektan,”ujarnya.

Bowo juga berpesan kepada para pengasuh pondok pesantren untuk selalu melakukan tes suhu tubuh kepada para santri. “Jika memang ada gejala panas, atau gejala-gejala yang mengarah ke Covid-19 maka segera koordinasikan dengan kami agar segera mendapatkan penanganan,” jelasnya. (tbh/lis/bas)

Baca juga:  Ratusan Pedagang Tembakau Divaksin

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya