Sedot Bensin dari Motor Kemudian Disiramkan ke Korban

265
Tersangka AF saat memerankan sejumlah adegan pembakaran anaknya kemarin (13/7/2020). (Tabah Riyadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Polres Temanggung menggelar reka ulang kasus pembakaran yang menewaskan bocah 12 tahun, ALF,  Senin (13/7/2020). Rekonstruksi berlangsung di rumah tersangka AF di Dusun Tempuran, Desa Losari, Kecamatan Tlogomulyo. ALF tewas terbakar di tangan ayahnya.

Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali melalui Kasatreskrim AKP M Alfan Alfian menyampaikan ada 16 adegan yang diperagakan oleh tersangka dan saksi, PJ yang merupakan istrinya serta tetangga tersangka. Sedangkan korban ALF, yang juga anak tersangka diperankan anggota kepolisian.

“Dari hasil rekonstruksi ini terungkap bahwa tersangka sesuai dengan berita acara pemeriksaan mengambil bensin dari motor lalu menyiramkan kepada korban yang sedang duduk,” tuturnya.

Kemudian, tersangka membakar api melalui kertas menggunakan korek, yang tujuannya untuk menakut-nakuti anaknya. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pembakaran tersebut bermula saat korban hendak pergi keluar rumah untuk bermain. “Korban ini,  selama dua hari tidak pulang sehingga saat mau pergi bermain lagi, sang ibu melarangnya lantaran pandemi Covid-19,” ucap Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali.

Namun, nasihat tersebut tidak diindahkan oleh korban. “Melihat sikap anaknya tersebut, maka tersangka jengkel dan menyedot bensin dari dalam tangki sepeda motor Vega dan disiramkan ke sekujur tubuh korban,” terangnya.

Tersangka berusaha menakut-nakuti korban dengan ancaman akan membakar korban yang tidak bisa dinasihati dengan menyalakan korek di tangannya. Tiba-tiba api menyambar tubuh korban.

Sementara itu Kasi Pidum Kejari Temanggung Bekti Wicaksono menyampaikan kehadiran para jaksa dalam rekonstruksi tersebut merupakan bekal untuk meyakinkan bahwa kejadian tersebut dilakukan oleh tersangka. “Agar memudahkan dan membuat yakin jaksa penuntut umum maka mereka harus hadir. Sehingga kita dalam persidangan juga tau dan paham kronologi kejadiannya,” terangnya. (tbh/lis/bas)

 





Tinggalkan Balasan