Nekat Membunuh karena Merasa di-PHP

330
Supriyadi, tersangka pembunuhan terhadap balita saat diperiksa oleh jaksa penuntut umum. (Tabah Riyadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Kasus penganiayaan terhadap seorang ibu dan anak balita di Desa Tleter, Kecamatan Kaloran siap disidangkan. Dalam kasus ini, sang anak tewas dan ibu mengalami luka berat.

“Sekarang sudah tahap dua. Tersangka dan berkas-berkasnya sudah diserahkan ke kami, secepatnya akan disidangkan,” ungkap Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Temanggung Bekti Wicaksono Jumat (10/7/2020). Ia menargetkan minggu depan, berkas kasus yang menyita perhatian publik tersebut sudah masuk di meja hijau.

Bekti menyampaikan, dalam berkas hasil penyelidikan, tersangka Supriyadi, 38, memang sudah merencanakan pembunuhan. Meskipun sebelum pembunuhan tersangka dan korban Ernawati, 25, sempat melakukan hubungan badan.”Tersangka ini memang sudah merencanakan dan membawa palu dari tempat kerjanya,” jelasnya.

Sebelum membunuh, tersangka berniat mempertanyakan tentang hubungan mereka apakah tetap pacaran atau dilanjutkan pada jenjang pernikahan. Hanya saja korban sudah bersuami dan suaminya bekerja di Kalimantan. Korban lantas memberikan kepastian bahwa ia tidak ingin menikah dengan tersangka. “Di situlah tersangka marah dan memukul kepala korban dengan menggunakan palu yang dibawanya tadi,” ujar Bekti.

Saat memukul korban ternyata putri Ernawati terbangun. Karena panik akhirnya tersangka memukul bocah tersebut hingga meninggal dunia.

Sementara itu, Supriyadi mengaku nekat melakukan perbuatan tersebut karena sakit hati selalu dibohongi oleh korban. “Saya selalu di-PHP terus. Katanya mau dengan saya, tetapi kalau ditanya selalu beralasan,” ucapnya.

Ketika ditanya mengapa juga memukul anak korban, Supriyadi mengaku panik karena anak tersebut bangun saat ia memukul ibu korban. “Karena takut ketahuan saya pukul sekalian,” bebernya.

Tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 355 KUHP. Ia diancam hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 25 tahun. (tbh/ton/bas)

 





Tinggalkan Balasan