Gagal Bobol Ruang Guru, Pengamen Dibui

155
Tersangka ES dimintai keterangan petugas kepolisian setelah tertangkap basah hendak mencuri SD di Desa Ngipik, Pringsurat. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Pemuda berinisial ES, 29 warga Dusun Dompang, Desa Nglahar, Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati harus kembali mendekam di dalam jeruji besi. Ia diamankan Satreskrim Polres Temanggung setelah sebelumnya mencoba membobol SD negeri di Dusun Kutan, Desa Ngipik, Kecamatan Pringsurat.

Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali melalui Kasatreskrim AKP M Alfan Armin mengungkapkan tersangka gagal melancarkan aksinya lantaran dipergoki penjaga SD. “Awal mula penjaga SD mendengar alarm yang berada di ruang guru, kemudian penjaga memeriksa. Namun pintu-pintu masih dalam keadaan terkunci,” tuturnya.

Karena penasaran penjaga sekolah kemudian memeriksa atap dan melihat ada dua genting terbuka. Lalu penjaga naik ke atas genting dan memeriksa ke dalam ruang guru dari atas genting.

“Penjaga melihat di dalam ruang guru ada tersangka sedang bersembunyi di plafon ruangan, lalu keluar melalui genting dan lari. Karena panik akhirnya tersangka terjatuh dan diamankan oleh warga. Selanjutnya dilaporkan ke Polsek Pringsurat,” bebernya.

Mendapatkan laporan tersebut, anggota Polres Temanggung pun segera mendatangi TKP dan mengamankan tersangka. “Dari tangan tersangka kami mengamankan tas, senter dan dua buah genting,” bebernya.

Menurut Alfan, tersangka merupakan residivis pencuri. “Pekerjaan tersangka sehari-hari mengamen,” ucapnya. Atas perbuatannya tersebut tersangka dijerat pasal 363 KUHP jo. 53 KUHP tentang percobaan pencurian. “Ancaman hukumannya maksimal 4 tahun enam bulan kurungan penjara,” bebernya. (tbh/lis/bas)





Tinggalkan Balasan