Ibu dan Anak Dianiaya, Diduga karena Motif Asmara

380
Suasana rumah korban ANW yang dianiaya secara keji dimakamkan di TPU Desa Tleter. (Tabah Riyadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Warga Dusun Tleter Desa Tleter Kecamatan Kaloran baru saja digegerkan dengan penemuan seorang ibu dan anak yang bersimbah darah tak sadarkan diri, Rabu (13/5/2020). Ernawati, 23 dan anaknya ANW, 4 diduga menjadi korban penganiayaan. Keduanya pertama kali ditemukan oleh ibu Erna.

“Pagi (13/5/2020) itu kami kaget dengan teriakan dan tangisan dari ibu korban. Kemudian warga berdatangan ke rumah korban,” ungkap Yanto, salah satu tetangga Korban.

Setelah sampai di rumah, warga dikejutkan saat melihat ANW yang bersimbah darah digendong neneknya. Sementara Ernawati tak sadarkan diri di dalam rumah dengan kondisi luka yang cukup parah di bagian kepala.”Mereka memang tinggal berdua dirumah karena suaminya bekerja di Kalimantan. Namun biasanya kalau malam juga ditemani oleh neneknya,” jelasnya.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, Korbanpun segera dilarikan ke rumah sakit Tentara (RST) Magelang. Namun demikian ternyata nyawa ANW tidak dapat diselamatkan, sedangkan Ernawati saat masih dalam perawatan.

Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Alfan Armin mengaku tengah melakukan penyelidikan. Pihaknyapun telah mengantongi identitas pelaku dan sedang dilakukan pengejaran.”Dugaan sementara motif penganiayaan ini adalah masalah asmara,” ucapnya.

Pihaknya mengaku telah memeriksa sejumlah saksi untuk menemukan sejumlah barang bukti. Sedangkan jasad ANW sendiri telah dimakamkam di tempat pemakaman umum desa setempat pada Rabu malam. (tbh/bas)





Tinggalkan Balasan