alexametrics

Tak Bermasker, Warga Dilarang Masuk Pasar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Masyarakat bakal dilarang masuk ke seluruh Pasar di wilayah Temanggung jika tanpa menggunakan masker. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19 di wilayah Temanggung.

Koordinator Operasi Tim Percepatan Gugus Penangangan Covid-19, Ripto Susilo mengungkapkan bahwa larangan tersebut diberlakukan mulai tanggal 15 Mei 2020 di 30 pasar tradisional yang ada di Kabupaten Temanggung.

“Hari ini kita lakukan sosialisasi di seluruh pasar di Kabupaten Temanggung dan dibagi menjadi beberapa tim selama empat hari ke depan. Setelah ini mulai hari Jumat tanggal 15 Mei 2020, kita lakukan penegakkan.  Jadi semua orang yang tidak pakai masker, tidak boleh masuk pasar,” ucapnya  sela-sela sosialisasi di Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung, Senin (11/5/2020).

Baca juga:  Pemilih Pemula Mulai Rekam e-KTP

Disampaikan olehnya bahwa dalam penegakan aturan tersebut pihaknya akan melibatkan sejumlah para relawan dan ormas seperti Banser, Kokam, Satpol PP dan juga satpam pasar. Sejumlah pintu masuk pasar nantinya akan ditutup hanya pintu utama dan pintu tertentu saja yang dibuka dengan penjagaan ketat petugas.“Kemudian di sini akan kita dirikan semacam posko untuk edukasi yang tidak pakai masker dan kita sediakan masker juga disini,” tuturnya.

Pihaknya juga akan membuat social distancing di semua pasar tradisonal, walaupun  diakuinya memang agak susah karena memang kebutuhan masyarakat banyak sehingga terjadi penumpukkan manusia. “Kami lihat perkembangannya memakai masker di pasar di Temanggung semakin baik sudah luar biasa kesadarannya dan saya berani mengklaim sudah 95 persen pakai masker. Tapi ada hal lain yakni, berdesak-desaknnya masih ada. social distancingnya yang masih harus kita sosialisasikan,” bebernya.

Baca juga:  Pelanggar Protokol Kesehatan Ditegur dan Diberi Masker

Sosialisasi selain dilakukan di pasar juga di fasilitas-fasilitas umum seperti Alun-Alun, Taman Pengayoman, Plasa. Dia berharap masyarakat bisa memahami karena hal ini ditempuh sebagai bentuk upaya pencegahan penyebaran Covid-19 atau corona. (tbh/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya