alexametrics

Produksi Durian Ngropoh Menurun

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, TEMANGGUNG – Produksi durian Desa Ngropoh, Kecamatan Kranggan, pada panen tahun ini turun 60 persen. Akibatnya, penghasilan petani tidak sebaik tahun-tahun lalu.

Ketua kelompok tani Biso Mukti Desa Ngropoh Waluyo menuturkan, menurunnya produksi durian disebabkan saat berbunga pada September – Oktober, banyak yang rontok mengering. Ini karena belum turun hujan.

“Jika tahun 2019 untuk pohon besar berbuah 1.000 biji, tahun ini paling cuma sekitar 150 biji. Bahkan ada yang sama sekali tidak berbuah.Hal ini dipengaruhi tidak adanya kiriman hujan pada saat berbunga sehingga banyak yang rontok gagal menjadi bakal buah,” tuturnya.
Sehingga penghasilan petani juga berkurang. Dia mencontohkan pada tahun lalu 1 pohon besar tebasan laku Rp 6 juta. Tahun ini cuma laku Rp1 juta. Sekretaris Desa Ngropoh Ismanto menjelaskan populasi tanaman buah durian di desanya mencapai 8000 pohon.

Baca juga:  Petani Perempuan Pejuang Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19

Durian menjadi andalan penghasilan warganya karena setiap musim panen bisa mendapatkan penghasilan besar. Durian lokal Ngropoh laku keras di pasaran sebab selain daging buahnya tebal juga bercita rasa khas berbeda dengan durian daerah lain. Selain membudidayakan durian, petani juga mengembangkan petai dan manggis.

Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Temanggung Sumarlinah mengatakan, pengunjung selain bisa mencicipi buah durian, juga bisa menikmati embung Abimanyu dan panorama alam yang indah berudara sejuk.

Untuk menarik lebih banyak wisatawan, pada setiap musim panen durian Pemkab Temanggung menggelar festival durian. Tahun ini akan diadakan 15 Maret 2020 dimeriahkan berbagai atraksi hiburan kesenian tradisional. (*/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya