Temanggung dan Parakan Rawan Kriminal

646
PAPARKAN KRIMINAL : Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali saat jumpa pers di Mapolres Temanggung (31/12).(TABAH RIYADI / JAWA POS RADAR KEDU)
PAPARKAN KRIMINAL : Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali saat jumpa pers di Mapolres Temanggung (31/12).(TABAH RIYADI / JAWA POS RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.ID, TEMANGGUNG – Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali menyampaikan bahwa Kecamatan Temanggung dan Kecamatan Parakan merupakan daerah yang rawan kriminalitas. Hal tersebut karena Temanggung dan Tembarak merupakan kecamatan yang memiliki jumlah penduduk dan usaha yang cukup banyak.

“Dengan analisis, semakin ramai jumlah penduduknya maka kemungkinan kejadian itu akan semakin banyak,” ungkap Ali saat jumpa pers di aula Mapolres Temanggung Selasa (31/12).

Kriminalitas yang dimaksud menurutnya tidak hanya dengan kontak fisik semata. “Kriminalitas di sini bukan hanya kejahatan seperti pencurian, pencopetan tapi juga penggelapan, penipuan,” bebernya.

Di daerah perkotaan, lanjutnya, tentu banyak orang berbisnis dan penduduknya juga banyak. Karena wilayah Temanggung dan Parakan adalah wilayah bisnis otomatis kasus-kasusnya lebih banyak. Sementara itu disampaikan, di tahun 2019 ini pihaknya telah berhasil menyelesaikan 98 kasus dari 119 kasus yang ditangani. Jumlah ini menurun dibandingkan tahun 2018 sebanyak 126 kasus dan dapat diselesaikan 105 kasus.

Lanjut dia, tahun 2019, Satreskrim Polres Temanggung berhasil menyelesaikan 32 kasus dari 43 kasus yang menonjol. Kasus yang menonjol tersebut berupa 15 kasus curanmor, 1 kasus curas, 8 kasus curat, 1 kasus pembunuhan berencana. Selain itu, 3 kasus pembakaran, 3 kasus peredaran narkoba dan 1 kasus penganiayaan yang mengakibatkan orang meninggal dunia.

“Sementara itu ada juga beberapa kasus menonjol yang berhasil diungkap dan mendapatkan perhatian publik di tahun 2019. Yakni penangkapan teroris saat melaksanakan razia, penyelesaian konflik antar-ormas,” ucapnya.

Kemudian 1 kasus pembunuhan berencana, 3 kasus peredaran uang palsu, 1 kasus curas, pengungkapan kasus tabrak lari hingga mengakibatkan satu anggota polisi meninggal dunia.

“Sementara dalam kasus PPA (perlindungan perempuan dan anak) kami berhasil menyelesaikan 10 kasus dari 12 kasus yang ditangani. Jumlah ini menurun dari jumlah tahun sebelumnya dari 14 kasus yang ditangani, 13 kasus yang selesai,” tuturnya. (tbh/lis)