Cek Kesehatan, Cegah Penyakit Tidak Menular

124
PERIKSA KONDISI- KH Damanhuri (duduk) saat periksa kolesterol, asam urat dan gula. (IST)
PERIKSA KONDISI- KH Damanhuri (duduk) saat periksa kolesterol, asam urat dan gula. (IST)

RADAR SEMARANG.ID, TEMANGGUNG – Upaya cegah penyakit tidak menular seperti hipertensi, jantung dan diabetes melitus (DM), dapat dilakukan dengan periksa kesehatan rutin, olahraga teratur. Juga, budaya makan minum sehat, serta gerakan makan buah. Sekarang ini terjadi fenomena peningkatan penyakit tersebut.

“Dari beberapa kali laporan masuk, pasien-pasien yang memeriksakan diri, ternyata banyak yang menderita penyakit seperti jantung, hipertensi dan diabetes. Ini cukup mengagetkan, karena ternyata peningkatan penyakit tidak menular perkembangannya luar biasa,” tutur Koordinator Yayasan Bina Insan Negeri (YBIN) dr Mada Gautama, disela kegiatan pelayanan medis di Pondok Pesantren (Ponpes) Fathul Mubarok, Dusun Kalipahing, Desa Ngadisepi, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, Sabtu (7/12).

Menurut dr Mada, munculnya fenomena itu, karena bisa faktor diri sendiri. Di antaranya gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat. “Kini pemerintah menggelorakan gerakan hidup sehat. Dengan cara olahraga teratur, budaya makan minum sehat dan gerakan makan buah. Selain itu rutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” ungkapnya.

Pengasuh Ponpes Fathul Mubarok KH Damanhuri menyampaikan, secara umum derajat kesehatan santri sudah cukup baik. “Adanya kegiatan ini, menguntungkan santri dan warga desa. Karena tidak harus pergi jauh. Jarak puskesmas 5 kilometer, terdekat puskesmas pembantu sekitar 3 kilometer,” paparnya.

Pelayanan medis yang digelar Djarum Foundation bersama YBIN ini aktivitas terakhir di tahun 2019. Sebelumnya berlangsung di berbagai kota/kabupaten di Jateng dan DIY. Perwakilan Djarum Foundation Arvi Oktaviendra menyampaikan, pelayanan ini diikuti 635 orang dari warga desa dan santri ponpes.

“Program pelayanan medis dari bakti sosial sudah dilakukan sejak 2011 dan melayani hingga 52 ribu peserta. Program lainnya adalah operasi bibir sumbing dan langit-langit, yang akan digelar kembali sekitar April tahun depan,” ungkapnya. (fiq/bis/lis)