Terkuak, Inilah Penyebab Puluhan Santriwati di Temanggung Keracunan

346
INTENSIF: Petugas medis sibuk menangani santriwati yang diduga mengalami keracunan makanan Senin (25/11). (TABAH RIYADI / JAWA POS RADAR KEDU)
INTENSIF: Petugas medis sibuk menangani santriwati yang diduga mengalami keracunan makanan Senin (25/11). (TABAH RIYADI / JAWA POS RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.ID, TEMANGGUNG – Puluhan santriwati Pondok Pesantren Miftakhurrosyidin Kelurahan Madureso, Temanggung dilarikan ke rumah sakit Senin (25/11) siang. Mereka diduga keracunan makanan. Karena mengalami muntah-muntah, pusing dan sakit perut setelah menyantap makanan.

Sejumlah ambulans terlihat bolak balik mengangkut para santriwati yang terlihat lemas dan dibopong oleh rekannya.  Sedikitnya ada 54 santriwati yang mengalami keracunan, 43 di antaranya dibawa ke RSUD Temanggung karena lemas kekurangan cairan. Bahkan karena tidak memadai sebagian juga dibawa ke rumah sakit swasta.

Isfina, salah satu santriwati Pondok Pesantren Miftakhurrosyidin mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi usai menyantap makanan yang dibeli di koperasi pondok pada Minggu (24/11) malam. “Tiba-tiba teman-teman banyak yang merasa pusing, muntah-muntah, sakit perut dan diare,” tuturnya.

Lanjut Isfina, teman-temannya makan makanan seperti cilok dan gorengan. Atas kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Dinas Kesehatan bersama tim Polres Temanggung pun segera mendatangi lokasi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan.

Mereka juga mengambil sejumlah sisa-sisa makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung Suparjo menyampaikan pihaknya masih belum bisa menyimpulkan secara pasti penyebab keracunan masal tersebut.

“Namun dugaan sementara ini disebabkan makanan yang dijual di koperasi,” terangnya. Akibat kejadian tersebut, pihaknya menetapkan kejadian tersebut menjadi kejadian luar biasa (KLB) keracunan yang mengakibatkan sejumlah santriwati harus dilarikan ke rumah sakit. (tbh/lis)