Tertimpa Pohon Beringin saat Tidur, Ibu dan Anak Tewas Berpelukan

375
BENCANA : Petugas saat melakukan evakuasi korban yang tertimpa pohon beringin. (DOK BPBD KABUPATEN TEMANGGUNG)

RADARSEMARANG.ID, TEMANGGUNG – Nasib nahas menimpa keluarga Buhari, 50, dan Selamet Bejo, 50, di Dusun Krajan Desa Petirejo Kecamatan Ngadirejo. Rumah kedua keluarga ini tertimpa sebuah pohon beringin besar yang tumbang, Jumat (22/11) malam.

Akibat kejadian tersebut seorang anak dan ibunya harus meregang nyawa lantaran tertimpa pohon berdiameter 2 meter. Saat kejadian, kedua korban sedang tertidur pulas di rumahnya.

Nurhayati, 40 dan Satriya Ramadani, 9 ditemukan tewas berpelukan di kamarnya setelah para relawan, petugas SAR dan BPBD Temanggung berjibaku melakukan evakuasi. Kedua korban menempati rumah milik Selamet Bejo. Selain mengakibatkan dua orang meninggal, robohnya pohon raksasa itu juga mengakibatkan Gilang Ramadhan, 24, yang ada di rumah Buhari mengalami luka ringan dan harus dirawat di Puskesmas.

Sekretaris Desa Petirejo, Kuwat mengungkapkan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 23.50 WIB. Waktu saat warganya sudah tertidur pulas.

Menurutnya, saat kejadian tersebut tidak ada tanda-tanda apapun jika pohon berusia ratusan tahun tersebut akan tumbang. “Tidak ada tanda-tanda apapun. Cuaca juga normal-normal saja, tak ada hujan tak ada angin, tiba-tiba pohon itu roboh begitu saja dan menimpa kedua rumah warga yang berada di bawah pohon tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Gito Walngadi mengungkapkan, beringin yang tumbang tersebut dikategorikan pohon yang besar dan rindang. “Diameternya saja sekitar 2 meter,” tuturnya.

Saat mendapatkan informasi atas kejadian tersebut, pihaknya segera menurunkan personel untuk mengevakuasi para korban. “Para korban selesai d evakuasi pada pukul 03.50 WIB dengan kondisi dua korban meninggal dunia dan satu korban mengalami luka ringan,” bebernya. (tbh/ton)