alexametrics

Terbakar, Ratusan Pendaki Sumbing Dievakuasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, TEMANGGUNG– Kebakaran hutan kembali melanda kawasan Gunung Sumbing Minggu (22/9). Akibatnya puluhun pendaki gunung yang memiliki ketinggian 3.371 mdpl itu pun harus dievakuasi oleh para petugas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sedikitnya ada delapan pendaki terakhir dari 134 pendaki yang berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan dari Polri, TNI,PMI, BPBD dan Perhutani Temanggung. Salah satu di antaranya adalah Fikri Virgiawan. pendaki asal Jakarta tersebut mengaku tidak sempat sampai ke puncak Gunung Sumbing lantaran munculnya api yang dilihatnya saat di pos tiga Gunung Sumbing.

“Tidak sempat sampai puncak mas, karena saya lihat ada api di atas,” ucap Fikri.

Dia mengaku sempat panik melihat adanya kepulan asap dan api yang terlihat semakin membesar sejak kemarin malam. “Saya sempat panik sebetulnya, karena hawatir terjebak oleh kobaran api yang kelihatannya semakin membesar, kemudian kami disuruh turun,” tuturnya.

Baca juga:  Sejumlah Ruangan di Mapolres Demak Terbakar, Tiga Mobil Pemadam Dikerahkan

Sementara itu, Asisten Perhutani (Asper) Kepala Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (KBKPH) Perhutani Temanggung Kusino, mengungkapkan kebakaran hutan tersebut terjadi di lahan Perhutani petak 23-3 dan petak 27-7 Resort Pemangku Hutan (RPH) Kemloko BKPH Temanggung.

“Untuk tanaman yang terbakar berupa pdang savana, ilalang dan rimba campur,” ucapnya. Menurutnya, titik awal api sendiri pertama kali muncul pada petak 27-7, karena besarnya hembusan angin maka merembet hingga ke petak 23-3 RPH Kemloko. Akibat api tersebut, sedikitnya luas lahan yang terbakar mencapai 31,3 hektare.

“Karena angin yang besar, untuk sementara ini kami dibantu berbagai pihak terus berupaya melakukan pemantauan dan telah membuat sekat-sekat agar kebakaran tidak meluas,” ujarnya.

Baca juga:  Bulog Kedu Siapkan 1.700 Ton Beras

Upaya pemadaman tersebut terkendala medan yang sangat terjal dan harus ditempuh dengan berjalan kaki selama 3 jam. “Selain itu ketersediaan air di sekitar lokasi juga sangat minim sekali,” bebernya.

Plt Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Temanggung Gito Walngadi mengungkapkan upaya yang dilakukan saat ini baru berupa pemantauan karena lokasi kebakaran di tempat curam dan dalam. “Untuk sementara kami pemantauan, karena TKP adalah di tempat yang curam dan dalam jadi sulit untuk kendalikan di bawah. Karena sulit dan medan yang terjal,” kata Gito. (tbh/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya