alexametrics

Barisan Cahaya Obor Sambut Bupati Khazdiq

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, TEMANGGUNG- Suasana Dusun Growong Desa Danupayan Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung Jumat (30/8) malam terasa berbeda dengan malam-malam biasanya. Sejumlah warga dengan busana gaya Mataraman bersurjan lengkap menyambut kedatangan Bupati Temanggung M Al Khazdiq dalam kegiatan kearifan lokal (Riflok) yang digelar warga setempat.

Saat Khazdiq sampai di Dusun Growong sejumlah warga telah mematikan lampu hingga tiada satupun pencahayaan yang didapati oleh Bupati kecuali cahaya obor yang dibawa para tokoh dan panitia untuk menjemputnya. Sejumlah obor juga dipasang di sepanjang jalan masuk dusun sebagai pencahayaan.

Kehadiran bupati disambut meriah dengan tarian jaran kepang yang dipentaskan langsung oleh warga. Orang nomor satu di Temanggung ini terkesan dengan konsep pergelaran kesenian yang digelar warga. “Terima kasih banyak saya sampaikan kepada warga Growong ini atas keramahtamahannya,” tuturnya saat menyampaikan sambutan.

Baca juga:  Mengenal Kearifan Lokal Melalui Pembelajaran Video Based Learning

Ketua Panitia Kegiatan Dika Danu P mengungkapkan, seluruh lampu listrik sengaja dimatikan dan diganti dengan obor agar suasananya terlihat berbeda. “Kami ini kan ingin mengambil tema Mataraman, sehingga suasananya saya buat seperti zaman Mataram dulu,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan Riflok yang mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial RI tersebut digelar sebagai upaya merekatkan kembali kerukunan warga setempat. “Dengan bantuan dari kementerian kami buat acara seperti ini agar masyarakat itu guyub dan rukun,” terangnya.

Kementerian Sosial memberikan bantuan sebesar Rp 50 juta yang digunakan untuk mendukung kegiatan itu. Dana tersebut digunakan untuk membeli seragam dan gamelan jaran kepang. “Karena di sini kami sendiri memang memiliki kesenian jaran kepang,” tuturnya.

Baca juga:  Meski Tenaga Kontrak, Pendapatan P3K Setara PNS

Ia berharap agar kegiatan Riflok itu dapat digelar setiap tahunnya untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga setempat. “Kalau ada kesenian seperti ini warga jadi rukun, pemudanya pun tidak aneh-aneh karena telah menyibukkan diri di kesenian,” bebernya. (tbh/sct/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya