alexametrics

RSUD Siap Pinjam Bank

Tunggakan BPJS Capai Rp 36 Miliar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, TEMANGGUNG, Radar Kedu–Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Temanggung kini mengalami kesulitan. Hal tersebut terjadi karena tunggakan klaim pembayaran dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sampai saat ini masih belum dibayarkan.

Direktur RSUD Temanggung Artiyono mengatakan, sampai Agustus 2019, tunggakan BPJS yang belum dibayar mencapai Rp 36 miliar. “Dari awal tahun, tunggakan yang sudah dibayar baru bulan Januari sampai Maret, sementara bulan April sampai Juli yakni selama empat bulan itu masih belum dibayar,” ucapnya pada Jawa Pos Radar Kedu, Rabu (28/8).

Menurutnya, setiap bulan BPJS Kesehatan membayar tagihan klaim kepada RSUD Temanggung sekitar Rp 8,5 miliar sampai Rp 9 miliar. Dengan besarnya tunggakan yang masih belum terbayarkan, maka hal tersebut tentu berdampak pada roda kerja RSUD Temanggung.

Baca juga:  Inovasi Perbankan Mudahkan Klaim Pekerja

Jika sampai September tunggakan tersebut belum dibayar, maka RSUD Temanggung bersiap mencari pinjaman ke bank. “Kami sudah sampaikan kepada Pemkab, uang pinjaman itu nantinya akan kita gunakan untuk membayar karyawan. Sedangkan untuk membeli obat memang masih bisa kita tunda dulu pembayarannya,” tuturnya.

Artiyono mengaku, saat ini RSUD sudah tidak memiliki simpanan uang untuk operasional rumah sakit. “Simpanan terakhir kami sudah kami gunakan untuk membayar karyawan pada 20 Agustus kemarin, karena kita punya 600 karyawan non-PNS yang harus kita bayar secara pribadi,” tuturnya. (tbh/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya