alexametrics

34 Perangkat Desa Membolos

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, TEMANGGUNG – Sebanyak 34 perangkat desa di Kabupaten Temanggung diketahui sering membolos alias tidak ngantor. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades), Selasa (13/8) mengumpulkan para perangkat desa tersebut di halaman Setda Temanggung untuk mendapatkan pembinaan secara langsung dari Kepala Dispermades Agus Sarwono.

“Para perangkat desa kita apelkan bukan sebagai hukuman, melainkan sebagai pembinaan dengan bertujuan agar para perangkat desa sadar dan tidak mengulangi lagi perbuatan tidak masuk kerja tanpa keterangan. Dengan demikian mereka bisa berdisiplin dalam menjalankan tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat sehingga berjalan lancar dan optimal,” ucap Agus.

Menurutnya, perangkat desa wajib masuk kerja dengan menaati ketentuan jam kerja harian yakni Senin- Kamis masuk jam 07.30 – 15.00 dan untuk Jumat masuk jam 07.30 – 11.00 WIB. “Jika mereka tertib kerja maka tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya dalam melayani masyarakat dapat terlaksanakan dengan baik. Jika terpaksa berhalangan tidak masuk kerja hendaknya ada keterangan, jangan sampai tidak masuk kerja tanpa keterangan,” urainya.

Baca juga:  Lolos Seleksi Perangkat Desa, Dua Tahun Tak Dilantik

Selama ini, lanjutnya, pemerintah telah berusaha dengan keras untuk meningkatkan kesejahteraan para perangkat desa dan masyarakat dengan mengalokasikan anggaran yang besar ke desa. Khusus untuk perangkat desa, selain mendapat penghasilan tetap juga masih diberi kesempatan menggarap tanah bengkok dan tambahan kesejahteraan lainnya. “Oleh karena itu para perangkat desa hendaknya dapat mengimbanginya dengan meningkatkan etos kerjanya yakni bekerja lebih disiplin dan bersemangat serta profesional,” ujarnya.

Perangkat desa yang mendapatkan pembinaan tersebut sebelumya terbukti tidak masuk kerja tanpa keterangan berdasarkan buku absen saat inspeksi mendadak beberapa waktu lalu. Inspeksi mendadak tersebut rencananya akan terus dilakukan ke kantor-kantor desa di 20 kecamatan guna memantau kinerja aparat perangkat desa termasuk juga para kepala desa. Hal ini merupakan bagian upaya pembinaan agar mereka disiplin sehingga operasional pemerintahan desa berjalan optimal. (tbh/ton)

Baca juga:  Seleksi Perangkat Desa dengan Sistem CAT

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya