alexametrics

Sebelum Dibunuh, Korban Disantet

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, TEMANGGUNG – Proses peradilan kasus pembunuhan ‎pengusaha tembakau dan pupuk Tjiong Boen Siong, 64, memasuki meja hijau. Pada sidang perdana tersebut, dipimpin majelis hakim R Agung Aribowo yang juga Wakil Ketua Pengadilan Negeri Temanggung. Dengan dua anggotanya, Rahmawati Wahyu S dan Kurnia Fitrianingsih.

Dalam kesempatan tersebut tiga jaksa penuntut umum (JPU) Bekti Wicaksono, Wisnu HK dan David Mahendra bergantian membacakan dakwaan kepada para terdakwa pembunuh Tjiong Boen Siong. Yakni Rizal Agus, Indarto, Nurtafi, dan Permadi DW.

Bekti mengatakan dalam persidangan ini pihaknya ingin membuktikan bahwa kasus pembunuhan terhadap pengusaha pupuk dan tembakau itu betul-betul direncanakan. “Hal tersebut terbukti berdasarkan pengakuan dari Permadi bahwa dirinya sebelumnya telah melakukan upaya santet terhadap korban,” ucapnya usai sidang di PN Temanggung Rabu (7/8).

Baca juga:  Tak Lolos Passing Grade, Ikut Seleksi Tahap Dua

Namun, lanjutnya, karena tidak ada bukti hasil fisik yang memuaskan akhirnya dia melakukan upaya pembunuhan yang telah direncanakan. “Artinya mereka ini kan sudah merencanakan jauh-jauh hari untuk melakukan pembunuhan,” ujarnya.

Sementara itu kuasa hukum terdakwa, Catur Sulityo, berharap dalam sidang berikutnya yakni keterangan para saksi akan membuat gamblang. “Semoga dalam kesaksian persidangan nanti dapat membuktikan siapa yang berperan sebagai eksekutor, yang hanya menyediakan tempat saja. Karena itu akan mempengaruhi hukuman yang diterapkan,” terangnya.

Dirinya juga menyatakan bahwa kelima terdakwa tersebut memang melakukan perbuatan yang sama yakni melakukan pembunuhan. “Hukumannya pun sama, tapi tingkatannya masing-masing kan berbeda-beda,” tegasnya.

Para pelaku didakwa melakukan tindak pidana pembunuhan dengan ancaman pasal 340 junto 55 dengan ancaman hukuman seumur hidup. Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa Polres Temanggung dan tim Polda Jateng mengungkap kasus pembunuhan berencana terhadap pengusaha tembakau dan pupuk, Tjiong Boen Siong, warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung.

Baca juga:  Pura-Pura COD, Bawa Kabur Mobil

‎Latar belakang pembunuhan ‎berencana ini adalah asmara antara Nurtafia dan Permadi. Nurtafia adalah perempuan berusia 30 tahun, yang juga istri korban. Sementara, Permadi merupakan pria idaman lain atau selingkuhan Nurtafia, sedangkan terdakwa lainnya merupakan eksekutor di lapangan.‎‎ (tbh/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya