alexametrics

Kasus Diksar Menwa UNS, Polisi: Tidak Menutup Kemungkinan Ada Tersangka Baru

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Solo – Penyidikan Polresta Surakarta tidak berhenti meskipun telah menetapkan NFM, 22, dan FPJ 22, sebagai tersangka dalam kasus meninggalnya Gilang Endi Saputra, 21, saat mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar (Diksar) Resimen Mahasiwa (Menwa) UNS. Jumlah tersangka bisa bertambah.

Saat ini, NFM dan FPJ telah resmi ditahan. Itu diungkapkan Kasatreskrim Polresta Surakarta AKP Djohan Andika. “Ya dua tersangka sudah kami tahan guna memudahkan penyidikan lebih lanjut,” terangnya, Sabtu (6/11/2021).

Sebelumnya, NFM ditangkap tim penyidik Satreksrim Polresta Surakarta, Jumat (5/11/2021) pukul 13.50. Dilanjutkan penggeledahan dan penyitaan terkait barang bukti milik tersangka.

Jumat malam, sesuai surat perintah penahanan (SPP) Nomor : Sp.Han/192/XI/2021/Reskrim, NFM resmi ditahan di rumah tahanan (Rutan) Polsek Laweyan. Selama pemeriksaan, NFM didampingi penasihat hukum dari Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) UNS.

Baca juga:  17 Dosen Diperiksa Terkait Dugaan Pemotongan Dana Penelitian, Ini Penjelasan Unnes Semarang

Di hari yang sama, dilakukan penangkapan terhadap FPJ, serta penggeledahan dan penyitaan barang bukti terkait kasus tersebut. Selama pemeriksaan, tersangka juga didampingi BKBH UNS. Saat ini, FPJ ditahan di rutan Polsek Banjarsari sesuai SPP Nomor : Sp.Han/193/XI/2021/Reskrim.

“Sebelum ditahan, kesehatan dua tersangka diperiksa oleh tim Dokkes Polresta Surakarta. Termasuk dilakukan swab antigen,” terang kasat reskrim.

Ditambahkan Djohan, penyidik masih mendalami kasus tersebut. Sekaligus mengungkap tersangka lain dalam kasus ini. “Tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru,” katanya.

Sementara itu, penahanan NFM dan FPJ telah diketahui koordinator tim kuasa hukum kasus diklatsar Menwa UNS Agus Riewanto.

Menurut Agus, sejak kasus kematian Gilang mencuat, pihak UNS langsung membentuk tim tersebut. Fungsinya mendapingi para panitia dan peserta diklatsar Menwa UNS menjalani penyelidikan hingga penyidikan oleh kepolisian.

Baca juga:  Ganjar akan Terapkan Desa Inklusif

Terkait jumlah pengacara yang akan diterjunkan untuk mengawal kasus NFM dan FPJ, Agus menyebut masih akan didiskusikan dengan tim yang beranggotakan tujuh advokat

“Apakah satu atau dua orang advokat yang mendampingi, masih kami koordinasikan. Termasuk menunggu kemungkinan adanya tersangka baru,” katanya.

Disinggung soal aktivitas perkuliahan tersangka, Agus mengatakan, pihaknya tak berkompeten memberikan keterangan karena merupakan ranah akademik. “Kami hanya mengurusi pendampingan hukum. Soal akademik sudah ada tim sendiri,” ucap dia.

Lebih lanjut diterangkan Agus, hanya NFM yang masih berstatus mahasiswa, sedangkan FPJ telah diwisuda pada Sabtu (23/10) atau bersamaan dengan hari pertama diklatsar Menwa UNS.

“Namun (FPJ) tetap mendapat pendampingan karena yang bersangkutan masuk dalam kepanitiaan (diklatsar Menwa UNS). Saat kegiatan masih berstatus mahasiswa serta di berkegiatan di kampus,” ungkapnya. (atn/wa/dam/bas)

Baca juga:  PLN Pastikan Listrik Tanpa Kedip selama Gelaran Asean Para Games

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya