26 C
Semarang
Selasa, 6 Juni 2023

Sederhana, Tapi Penuh Makna

Majukan Radar Semarang, Adopsi Perjanjian Hudaibiyah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Jawa Pos Radar Semarang merayakan hari jadinya yang ke-23, Sabtu (1/4). Bertepatan dengan bulan suci Ramadan, kegiatan dilaksanakan secara sederhana, namun penuh makna.

Mengadopsi perjanjian Hudaibiyah, Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi menekankan agar karyawan Jawa Pos Radar Semarang terus berperang melawan perkembangan teknologi. Seperti peristiwa Fathu Makkah, dimana Rasulullah SAW dapat menaklukkan Kota Mekkah. Diharapkan eksistensi koran tetap berada di hati masyarakat dan terus mengalami kejayaan.

Berbeda dengan kegiatan di tahun-tahun sebelumnya. Acara kali ini diadakan secara sederhana. Namun tetap bermakna dengan melibatkan seluruh karyawan. Sehingga silaturahmi tetap terjalin dengan baik.

Kegiatan dimulai pukul 15.30. Saat itu, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu datang. Disambut iringan terbangan dan Sholawat Thola’al Badru dari grup rebana asal Peterongan. Mbak Ita -sapaan akrabnya- lalu naik ke ruang pertemuan di lantai dua. Tepatnya di poolside Jawa Pos Radar Semarang, tempat berlangsungnya acara.

Salah satu admin Radar Magelang, Fara Damayanti langsung mengalungkan bunga kepada orang nomor satu di Kota Atlas ini. Begitu pula karyawan dan jajaran manajer. Semua menyambut kehadiran Mbak Ita dengan meriah. Mereka membawa bendera kecil, bertuliskan Better Than Ever. Sesuai dengan tema kegiatan.

Kegiatan berlanjut dengan pemotongan kue oleh Mbak Ita yang diserahkan kepada Baehaqi. Itu bentuk apresiasi yang sangat tinggi. Terlebih Radar Semarang bekerja sama dengan baik dengan Pemkot Semarang. Salah satunya melalui lomba Kampung Hebat.

“Di tengah bulan Ramadan, atas nama Pemkot Semarang dan pribadi, saya mengaturkan kepada Pak Bae. Selamat ulang tahun ke-23, semoga tahun-tahun ke depan Jawa Pos Radar Semarang semakin luar biasa,” kata Mbak Ita dalam sambutannya.

Wali Kota Semarang meniup lilin dan memotong tumpeng untuk diberikan kepada Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Ia juga berharap, ke depan Radar Semarang dapat merambah media lain. Seperti saat ini sudah ada televisi dan online. “Selain cetak, tahun ini juga sudah ada online dan televisi. Semoga tahun depan ada tambahan juga,” imbuhnya.
Mbak Ita kembali mengucapkan terima kasih kepada Jawa Pos Radar Semarang yang telah menjalin kerjasama event Kampung Hebat dan membantu publikasi kegiatan di Pemkot Semarang.

“Kami juga dibantu dengan teman-teman Radar Semarang yang dikomandoi oleh Pak Bae semoga semakin hebat, bersinergi bersama-sama menjadikan Semarang semakin hebat dan Radar Semarang semakin sat set wus. Sukses selalu, selamat ulang tahun, dan Jawa Pos Radar Semarang semakin hebat,” pungkasnya.

Setelah Mbak Ita pamit, kegiatan inti dilanjutkan dengan seremoni sederhana. Diawali dengan pembacaan Alquran oleh wartawan Radar Magelang Puput Puspitasari. Kemudian di isi dengan tausiyah oleh Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi.

“Mari kita bersyukur pada Allah SWT karena di ultah ke-23 ini, kita masih diberikan kesehatan. Acara Radar Semarang ini sangat sederhana tetapi Insyaallah memberikan makna yang luar biasa. Karena ini bertepatan dengan bulan Ramadan,” katanya.

Baehaqi memberikan contoh amalan-amalan pada bulan Ramadan. Seperti bersedekah, memberikan makan orang, dan lainnya. Menurutnya, puasa tidak boleh dijadikan sebagai alasan untuk bermalas-malasan. “Kita harus banyak membaca istighfar saat Ramadan,” akunya.

Ia pun melantunkan salawat Astagfirullah Robbal Baroya yang diikuti oleh seluruh karyawan. Astaghfirullah Robbal baroya Astaghfirullah minal Khothoya, Robbi zidni ‘ilman nafi’an wawafiq li ‘amalan maqbula. Lantunan salawat menggema di poolside.
Lebih lanjut Baehaqi bercerita tentang sejarah Rasulullah menaklukkan Kota Makkah. Menurutnya perjuangan ini harus dicontoh oleh seluruh elemen Radar Semarang. Ia juga mengingatkan para wartawan untuk mengedepankan kaidah jurnalistik. Yakni tidak mengulang-ngulang kata dalam berita. Namun harus menggunakan kata-kata yang bervariasi, seperti Alquran.

“Nabi Muhammad dulu diusir dari Makkah kemudian berdakwah di Madinah. Karena perjuangannya melalui perjanjian Hudaibiyah. Akhirnya muncul peristiwa Fathu Makkah. Sehingga Kota Makkah bisa ditaklukkan,” jelasnya.

Baehaqi terus menggugah semangat karyawan melalui kisah perjuangan Rasullullah. Yang awalnya ditolak mentah-mentah, akhirnya bisa memenangkan Kota Makkah. Begitu pula dengan media cetak masa kini. Di tengah gempuran teknologi, koran harus tetap jaya. Karena itu perlu kerja keras. Para pimpinan dan manajer berbagi tugas ke seluruh daerah.

Terkait logo ultah ke-23 ini, imbuhnya, merupakan simbol tanpa batas. Artinya Radar Semarang terus berkembang. Angka tiga lebih tinggi dari angka dua yang berarti terus mengalami peningkatan. Warna merah sebagai lambang keberanian, dan biru sebagai ciri khas dari Jawa Pos Radar Semarang.

Acara ditutup dengan doa oleh wartawan Demak, Wahib Pribadi. Dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Baehaqi yang diserahkan kepada Pempinan Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto. Setelah itu karyawan melaksanakan buka puasa bersama. (kap/ida)

Reporter:
Khafifah Arini Putri

Baca artikel dan berita terbaru di Google News


Artikel Terkait

Sementara Itu ..

Terbaru

Populer

Menarik

Lainnya