28 C
Semarang
Sabtu, 10 Juni 2023

Kelurahan Mugassari Miliki Selokan Kolam Ikan Terpanjang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Berawal dari keprihatinan warga yang membuang sampah sembarangan, warga RW 06 Kelurahan Mugassari, Semarang Selatan, berhasil mengubah selokan menjadi kolam ikan dan urban farming. Bahkan kini menjadi Kampung Tematik Tanaman dan Ikan Tesenyum.

Kelurahan Mugassari yang dikenal juga sebagai Kampung Pancasila, kini menjadi kampung yang memiliki kolam ikan terpanjang di Kota Semarang. Padahal selokan tersebut dulunya sangat kumuh.

Banyak warga membuang sampah di selokan tersebut. Atas inisiatif tokoh masyarakat setempat dan ketua RW 6, mengajak anggota Karang Taruna untuk menyulap selokan menjadi kolam ikan. “Pembuatannya berlangsung dua minggu pada tahun 2016 silam,” kata salah satu warga Danani.

Panjang selokan sekitar 1.000 meter. Ada berbagai jenis ikan, mulai ikan patin, gurame, nila, dan lele. Bahkan beberapa ikan tersebut banyak yang bertelur dan berkembang biak secara alami, sehingga memunculkan ekosistem baru.

“Perawatan ikan di selokan dilakukan setiap pagi dan sore. Dari 8 RT, setiap RT menugaskan 2 orang untuk melakukan perawatan dan memberikan pakan menggunakan pelet,” tutur Handoko, kreator RW 06.

Selokan kolam ikan ini bisa mendatangkan banyak wisatawan baik dari lokal maupun luar wilayah. “Kemarin ada dari luar Provinsi Jateng ke sini melakukan study tour. Tapi paling banyak dari kecamatan lain di Kota Semarang,” katanya.

Bibit ikan didapatkan atas kerjasama dengan Dinas Perikanan dan tetap berkoordinasi dengan dinas terkait lainnya. “Meski begitu, ada pengembangan dari warga sendiri,” kata Lurah Mugassari, Yumi Astutik.

Perawatannya lebih mudah, selokan tersebut tidak dikuras. Kolam ini sudah dibuatkan filter dari peralon besar untuk memfilter limbah. Termasuk untuk menyiram tanaman. Pembuatan filter tersebut hasil dari gotong royong warga.

“Jadi dari air limbahnya bisa untuk pupuk. Kami berharap, selokan-selokan yang lainnya bisa dikembangkan seperti ini juga,” ungkapnya.

Saat ini hampir semua saluran warga RW 06 dijadikan kolam ikan. Bahkan, di atasnya terdapat urban farming yang ditanami sayur-sayuran seperti terong, cabai, tomat, dan lainnya. Kemudian di sekitarnya ada juga budikdamber (budi daya ikan di dalam ember).

Pihaknya bersyukur, adanya selokan kolam ikan ini tak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tapi menjadikan warga setempat guyub rukun dalam menjaga lingkungan sekitar terjaga kebersihannya.

Bahkan hasil panen ikan sudah banyak memberikan manfaat kepada warga setempat. Saat pandemi Covid-19 dua tahun lalu dimanfaatkan dalam program Jogo Tonggo. Selain itu, diberikan kepada lansia dan untuk menambah gizi dua anak stunting. “Anak stunting kini berhasil lulus karena pemanfaatan kolam ikan ini,” katanya. (fgr/mg1/mg3/mg6/ida)

Reporter:
Figur Ronggo Wassalim

Baca artikel dan berita terbaru di Google News


Artikel Terkait

Sementara Itu ..

Terbaru

Populer

Menarik

Lainnya